Pendidikan

Tingkatkan Kompetensi Konseling, Dua Guru BK MTsN 2 Kebumen Ikuti Seminar Nasional Kesehatan Mental Generasi Alpha

112
×

Tingkatkan Kompetensi Konseling, Dua Guru BK MTsN 2 Kebumen Ikuti Seminar Nasional Kesehatan Mental Generasi Alpha

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Komitmen meningkatkan kualitas layanan bimbingan dan konseling terus dilakukan MTs Negeri 2 Kebumen. Dua guru Bimbingan dan Konseling (BK), Putri Fajarotul Sholikhah, S.Psi. dan Triyas Riskiana, S.Pd., mengikuti Seminar Nasional bertajuk “Penguatan Kompetensi Konselor dalam Menghadapi Krisis Psikologis Peserta Didik dalam Kurikulum Berbasis Cinta” yang digelar selama tiga hari, 9–11 Juni 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring tersebut diawali dengan pertemuan tatap muka di Aula Rektorat UIN Raden Mas Said Surakarta pada Selasa (9/6/2026).

Seminar nasional ini bertujuan memperkuat kapasitas konselor sekolah dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan mental peserta didik, khususnya Generasi Alpha yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat pesat. Melalui kegiatan tersebut, para peserta dibekali berbagai strategi pendampingan psikologis yang relevan dengan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta.

Hari pertama seminar mengangkat tema “Transformasi Profesi Konselor Sekolah dalam Menjawab Tantangan Kesehatan Mental Generasi Alpha melalui Kurikulum Berbasis Cinta.” Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan sambutan dari Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Dr. Supandi, M.Ag., Dekan Dr. Kholillurohman, M.Pd., serta Rektor Prof. Dr. Toto Suharto.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran (launching) Mental Health Center sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan mental di lingkungan pendidikan.

Sejumlah akademisi dan praktisi hadir sebagai narasumber, di antaranya Dr. Fitriah M. Suud, Prof. Dr. Imam Mujahid, serta Athiya Tamyizatun Nisa’ yang dimoderatori oleh Galih Fajar Fadhilah. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada transformasi peran konselor sekolah dalam menghadapi perubahan karakter dan kebutuhan psikologis peserta didik di era digital.

Guru BK MTsN 2 Kebumen, Triyas Riskiana, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Selain menambah wawasan profesional, seminar juga menjadi ajang memperluas jaringan dengan sesama pendidik dari berbagai daerah di Indonesia.

“Satu hari luring dan dua hari daring. Saat ini saya mengikuti kegiatan luring di Aula Rektorat UIN Raden Mas Said Surakarta. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena wawasan bertambah dan tentu saja menambah teman serta relasi baru,” ungkap Triyas.

Pada hari kedua, Rabu (10/6/2026), seminar mengangkat tema “Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental Peserta Didik melalui Layanan Bimbingan dan Konseling.” Materi disampaikan oleh Dr. Isnanita Noviya Andriyani dan Alfin Miftahul Khairi dengan moderator Ulfa Fauzia Argestya.

Sementara itu, pada hari ketiga peserta akan mengikuti pembahasan mengenai “Digital Overload dan Kesehatan Mental Generasi Alpha: Tantangan Baru bagi Konselor Sekolah.” Tema tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi peserta didik saat ini yang semakin akrab dengan gawai dan berbagai platform digital.

Putri Fajarotul Sholikhah menilai seminar ini memberikan perspektif baru dalam mendampingi peserta didik melalui pendekatan yang lebih humanis dan penuh empati.

“Saya menjadi lebih paham tentang Kurikulum Berbasis Cinta. Di era digital seperti sekarang, kita sebagai pendidik harus mampu beradaptasi agar dapat mendampingi peserta didik dengan lebih baik,” ujarnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.