Olah RagaWisata

Resmi Dilepas, 1.500 Pelari Jelajahi Keindahan UNESCO Global Geopark Kebumen Lewati Dua Goa dan 12 Destinasi Wisata

76
×

Resmi Dilepas, 1.500 Pelari Jelajahi Keindahan UNESCO Global Geopark Kebumen Lewati Dua Goa dan 12 Destinasi Wisata

Sebarkan artikel ini

BUAYAN, Kebumen24.com – Sebanyak 1.500 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara siap menaklukkan lintasan alam dalam ajang Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026. Mengusung konsep sport tourism, event yang memasuki penyelenggaraan tahun kedua ini menghadirkan pengalaman berbeda dengan rute yang melintasi dua goa serta 12 destinasi wisata unggulan di kawasan UNESCO Global Geopark Kebumen.

Keunikan tersebut menjadikan KGTR bukan sekadar kompetisi lari lintas alam, tetapi juga sarana promosi wisata dan penggerak ekonomi masyarakat Kebumen.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers KGTR 2026 yang digelar di Sagara Resto, Kecamatan Buayan, Sabtu (27/6/2026). Acara tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah Syurya Deta Syafrie, ST., MT., Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widiyatmoko, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Frans Haidar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kebumen, Wakil Ketua Umum I Arif Budiman, S.H., serta Race Director KGTR Bagus Leonargus.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, Frans Haidar, menjelaskan bahwa KGTR 2026 mempertandingkan empat kategori, yaitu 50 kilometer, 30 kilometer, 17 kilometer, dan 7 kilometer.

Menurutnya, seluruh peserta diposisikan sebagai wisatawan yang menikmati keindahan alam Kebumen sambil berolahraga.

“Harapan kami KGTR mampu mengangkat sektor pariwisata dan mengenalkan keindahan alam Kebumen yang luar biasa. Apalagi saat ini Kebumen telah memiliki pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark,” ujarnya.

Para peserta akan melintasi delapan desa di Kecamatan Buayan dan Ayah. Khusus kategori ultra 50 kilometer, para pelari akan diajak menyusuri 12 destinasi wisata alam, termasuk dua goa ikonik, yakni Goa Petruk dan Goa Wora-Wari.

Goa Petruk menjadi salah satu daya tarik utama karena dikenal memiliki keindahan stalaktit dan stalagmit yang spektakuler, bahkan disebut sebagai salah satu goa terindah di Jawa Tengah.

Selain memperkenalkan potensi wisata, penyelenggaraan KGTR juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Perputaran ekonomi selama event diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar, mulai dari pengadaan jersey, medali, konsumsi, transportasi, hingga sektor penginapan.

Frans mengungkapkan, seluruh homestay di sekitar lokasi penyelenggaraan bahkan telah terisi penuh.

“Homestay di wilayah sini terisi hingga 100 persen. Bahkan kami juga melibatkan homestay masyarakat yang sebelumnya belum memiliki standar untuk memenuhi kebutuhan akomodasi peserta,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Kebumen menjadi kabupaten dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak di Jawa Tengah pada 2025 membuktikan bahwa penyelenggaraan event olahraga, budaya, maupun kuliner mampu menjadi magnet kunjungan wisatawan.

Dari total sekitar 1.500 peserta, sebanyak 400 pelari berasal dari Kabupaten Kebumen, sedangkan sisanya datang dari berbagai kota di Indonesia hingga mancanegara.

Sementara itu, Sekretaris Dispora Provinsi Jawa Tengah Syurya Deta Syafrie berharap KGTR dapat berkembang menjadi agenda tahunan sekaligus masuk dalam kalender event ultra trail berskala internasional.

“Kami berharap event seperti ini tidak hanya berlangsung sekali atau dua kali, tetapi menjadi event rutin dan andalan. Jawa Tengah memiliki potensi alam yang luar biasa, mulai dari gunung, kaldera, perbukitan hingga pesisir, sehingga setiap kabupaten dan kota memiliki keunikan untuk mengembangkan sport tourism,” katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan event seperti KGTR juga mendorong tumbuhnya industri olahraga di daerah, mulai dari kebutuhan marshal, fisioterapis, penyelenggara event olahraga, hingga industri perlengkapan seperti jersey dan merchandise.

Race Director KGTR, Bagus Leonargus, menambahkan bahwa kategori 7 kilometer diikuti 409 peserta, kategori 17 kilometer sekitar 600 peserta, kategori 30 kilometer sebanyak 300 peserta, dan kategori ultra 50 kilometer diikuti 200 pelari.

Bagus menilai KGTR memiliki karakter lintasan yang belum dimiliki event trail run lain di Indonesia.

“KGTR memiliki rute paling komplet dan tidak dimiliki event lain. Ini menjadi satu-satunya event lari yang membawa peserta melewati dua goa sekaligus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan utama kategori ultra bukan hanya medan tanjakan dan turunan yang ekstrem, tetapi juga sensasi berlari menyusuri Goa Petruk yang menyuguhkan panorama stalaktit dan stalagmit di salah satu goa terpanjang dan terindah di Jawa Tengah.

Sebagai identitas khas Kebumen, panitia juga menyiapkan medali finisher berbentuk genteng Sokka, yang melambangkan kekuatan, ketangguhan, dan menjadi simbol kebanggaan daerah.(K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.