Pemerintahan

Kebumen Job Fair dan PMI Expo 2026, Ada 42 Perusahaan dan 7.000 Lowongan Kerja

98
×

Kebumen Job Fair dan PMI Expo 2026, Ada 42 Perusahaan dan 7.000 Lowongan Kerja

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Sebanyak 42 perusahaan dan mitra ketenagakerjaan membuka lebih dari 7.000 lowongan pekerjaan dalam ajang Global Talent Day, Kebumen Job Fair dan PMI Expo 2026 yang digelar di Gedung Pertemuan Sekretariat Daerah Kabupaten Kebumen pada 25-26 Juni 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan, lembaga pelatihan, serta mitra penempatan tenaga kerja dalam dan luar negeri. Ribuan lowongan yang tersedia mencakup berbagai sektor pekerjaan dengan tujuan penempatan di Indonesia maupun sejumlah negara tujuan kerja internasional.

Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, A. Muhaimin Iskandar. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Leontinus Alfa Edison, Wakil Bupati Kebumen Zaeni Miftah, Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Nur Hidayat, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Syarif Abdillah, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, jajaran Forkopimda Kebumen, anggota DPRD Jawa Tengah, serta kepala dinas tenaga kerja dari wilayah Barlingmascakeb.

Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa peluang kerja global saat ini semakin terbuka lebar dan harus dimanfaatkan oleh generasi muda Indonesia. Menurutnya, pasar kerja internasional dapat menjadi solusi dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Salah satu tujuan dari acara Global Talent Day ini adalah terbangunnya ekosistem kesempatan kerja sekaligus ekosistem para pekerja migran yang bekerja ke luar negeri dengan sempurna,” ujar Muhaimin, Kamis (25/6/2026).

Ia mengungkapkan bahwa pada tahun lalu terdapat sekitar 653 ribu lowongan pekerjaan di luar negeri. Namun, baru sekitar 296 ribu posisi yang berhasil terisi. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengembangkan karier di tingkat internasional.

Menurutnya, banyak negara maju saat ini membutuhkan tenaga kerja muda yang terampil, sementara Indonesia memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Meski demikian, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan akses informasi, pelatihan, dan pemahaman masyarakat mengenai prosedur penempatan kerja yang aman serta legal.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat jalur resmi penempatan pekerja migran agar masyarakat memperoleh perlindungan dan kepastian hukum selama proses bekerja di luar negeri. Melalui Global Talent Day, masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung dari perusahaan dan lembaga resmi tanpa harus melalui perantara ilegal.

“Kita juga tidak ingin ada pekerja migran yang tidak melalui prosedur yang memiliki sistem yang teruji. Sehingga tidak lagi ada pekerja migran yang bekerja ke luar negeri tanpa melalui persiapan yang memadai,” tegasnya.

Muhaimin menambahkan, setiap calon pekerja migran harus memegang tiga prinsip utama sebelum berangkat ke luar negeri, yakni resmi, terampil, dan terlindungi. Selain berkontribusi melalui remitansi, para pekerja migran juga membawa pulang pengalaman, keterampilan, serta jaringan internasional yang dapat menjadi modal pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyampaikan bahwa pekerjaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, setiap peluang kerja yang tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal.

“Kegiatan ini mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dalam satu tempat. Tahun ini kegiatan diikuti oleh 42 perusahaan dan mitra ketenagakerjaan yang menyediakan berbagai peluang kerja baik di dalam maupun di luar negeri,” katanya.

Lilis menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen terus memberikan perhatian serius terhadap sektor ketenagakerjaan. Saat ini tingkat pengangguran terbuka dan angka kemiskinan di Kabupaten Kebumen berada di bawah rata-rata Jawa Tengah maupun nasional. Namun demikian, peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi prioritas agar masyarakat mampu bersaing di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Ia juga mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan keterampilan, kemampuan komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat belajar sepanjang hayat guna menghadapi tantangan dunia kerja masa depan.

Melalui PMI Expo 2026, Pemkab Kebumen juga memberikan akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat terkait peluang bekerja di luar negeri secara aman, legal, dan prosedural. Menurutnya, bekerja di luar negeri dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, asalkan dilakukan melalui jalur resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen memberikan perlindungan kepada pekerja migran Indonesia. Komitmen ini kami wujudkan melalui berbagai program dan kerja sama dengan banyak pihak,” ujarnya.

Tahun ini, Global Talent Day menghadirkan lebih banyak negara tujuan kerja, di antaranya Jepang, Jerman, Korea Selatan, dan Malaysia. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan generasi muda sekaligus meningkatkan daya saing talenta Indonesia di pasar kerja global.

Dengan tersedianya lebih dari 7.000 lowongan kerja dan kehadiran puluhan perusahaan, Kebumen Job Fair dan PMI Expo 2026 diharapkan menjadi jembatan yang efektif antara pencari kerja dan dunia industri, sekaligus memperluas peluang kerja bagi masyarakat Kebumen dan sekitarnya.(K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.