Olah Raga

Kalah dari Pasuruan United, Persak Kebumen Tetap Lolos ke 16 Besar Liga 4 Nasional

103
×

Kalah dari Pasuruan United, Persak Kebumen Tetap Lolos ke 16 Besar Liga 4 Nasional

Sebarkan artikel ini
Pemain Persak Kebumen berjuang mempertahankan gawang dari gempuran Pasuruan United meski harus bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua pada laga Grup X Liga 4 Nasional di Stadion Notohadinegoro, Jember, Selasa (16/6/2026).

JEMBER, Kebumen24.com – Laga penentuan Grup X Liga 4 Nasional antara Persak Kebumen dan Pasuruan United berlangsung penuh drama, baik di dalam maupun di luar lapangan. Bermain dengan 10 pemain sejak awal babak kedua, Persak harus mengakui keunggulan Pasuruan United 0-1 setelah kebobolan pada masa injury time di Stadion Notohadinegoro Jember, Selasa (16/6/2026).

Meski menelan kekalahan, hasil pertandingan lain memastikan Laskar Joko Sangkrip tetap melangkah ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup X dengan koleksi empat poin.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil menyerang dan saling menekan. Namun, disiplin lini pertahanan membuat sejumlah peluang gagal berbuah gol. Babak pertama pun berakhir dengan skor kacamata 0-0.

Memasuki babak kedua, pertandingan berjalan semakin keras. Kondisi lapangan yang dinilai kurang layak turut mempengaruhi jalannya laga dan memicu beberapa benturan antar pemain.

Petaka bagi Persak datang pada menit ke-48 ketika Hairul (23) diganjar kartu merah langsung oleh wasit setelah dianggap melakukan pelanggaran terhadap pemain Pasuruan United. Keputusan tersebut memaksa Persak bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 40 menit.

Unggul jumlah pemain, Pasuruan United meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-61, tim asal Jawa Timur itu memperoleh peluang emas melalui tendangan bebas tepat di depan kotak penalti. Namun, eksekusi yang dilepaskan masih melebar tipis di sisi gawang Persak.

Dalam kondisi kalah jumlah pemain, Persak memilih bermain lebih bertahan. Kokohnya lini belakang membuat serangan demi serangan Pasuruan United mampu dipatahkan hingga waktu normal 90 menit berakhir.

Namun drama terjadi saat wasit memberikan tambahan waktu enam menit. Setelah beberapa kali melakukan penyelamatan penting, pertahanan Persak akhirnya jebol pada menit ke-92. Berawal dari situasi sepak pojok, Pasuruan United sukses mencetak gol yang sekaligus menjadi penentu kemenangan 1-0.

Meski kalah, Persak tetap berhak lolos ke babak 16 besar. Pada pertandingan lain, Persiharjo harus menyerah 0-1 dari Persid Jember. Hasil tersebut membuat Persiharjo hanya mengumpulkan dua poin dan finis di dasar klasemen.

Sementara Persid Jember mengoleksi empat poin, sama seperti Persak. Namun, Persak unggul head to head setelah pada laga pembuka berhasil mengalahkan Persid dengan skor 1-0.

Dengan demikian, Pasuruan United keluar sebagai juara Grup X dengan lima poin, sedangkan Persak Kebumen menempati posisi kedua dan berhak melaju ke fase gugur.

Manajer Persak Kebumen, Arif Budiman, mengaku bersyukur timnya tetap berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar meski harus menelan kekalahan di laga terakhir.

“Alhamdulillah, pertandingan terakhir melawan Pasuruan United berlangsung luar biasa dan di luar ekspektasi kami dari manajemen. Sebenarnya pertandingan berjalan sangat menarik, tetapi ada beberapa hal yang tercederai oleh kepemimpinan wasit yang menurut kami kurang fair play sehingga sempat menimbulkan sedikit kegaduhan,” ujar Arif Budiman usai pertandingan.

Ia menambahkan, hasil tersebut tetap patut disyukuri karena Persak berhasil mencapai target lolos ke babak berikutnya.

“Kami tetap bersyukur Persak masih bisa lolos ke putaran 16 besar. Saat ini kami masih menunggu surat resmi dari PSSI terkait penetapan venue pertandingan berikutnya,” katanya.

Sebelum pertandingan berlangsung, baik Persak Kebumen maupun Pasuruan United sempat menyampaikan keberatan terkait kondisi lapangan Stadion Notohadinegoro Jember yang dinilai kurang layak dan berpotensi membahayakan keselamatan pemain.

PSSI sempat mengeluarkan persetujuan pemindahan pertandingan ke Lapangan Glagahwero, Kabupaten Jember. Namun, hanya beberapa jam sebelum kick-off, federasi kembali menerbitkan surat yang menetapkan laga tetap digelar di Stadion Notohadinegoro.

Keputusan tersebut diambil setelah panitia pelaksana menyampaikan bahwa penggunaan Lapangan Glagahwero belum mendapatkan izin dari pihak kepolisian.

Dengan hasil ini, Jawa Tengah dipastikan hanya memiliki dua wakil yang melaju ke babak 16 besar Liga 4 Nasional, yakni Persak Kebumen dan Persibangga Purbalingga. Sementara Persebi Boyolali gagal lolos setelah kalah 1-2 dari Persada NTT pada laga terakhir Grup U.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.