KEBUMEN, Kebumen24.com – Tiga atlet cabang olahraga woodball asal Kabupaten Kebumen resmi memperkuat kontingen Kabupaten Grobogan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Kepindahan tersebut dipastikan telah melalui mekanisme yang sesuai dengan ketentuan administrasi olahraga.
Kepastian itu disampaikan saat jajaran pengurus KONI Kabupaten Grobogan melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi ke kantor KONI Kabupaten Kebumen di Kompleks Stadion Chandradimuka, Rabu (29/7/2026).
Rombongan dipimpin Ketua KONI Grobogan, Yoyok Prihantoro, dan disambut langsung Ketua KONI Kebumen, Zubair Syamsu, didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, serta Wakil Sekretaris.
Yoyok menjelaskan, kunjungan tersebut bertujuan menyelesaikan proses administrasi mutasi tiga atlet asal Kebumen yang kini membela kontingen Grobogan pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
“Prosesnya harus mendapat izin dari KONI asal. Maka kami ke sini untuk memohon agar dikeluarkan surat keterangan tersebut. Selain Kebumen, ada beberapa kabupaten lain yang berproses di kami, begitu juga atlet kami ada yang keluar,” ujar Yoyok.
Ketua KONI Kebumen, Zubair Syamsu, menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, silaturahmi ini menjadi kehormatan sekaligus kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi olahraga.
“Bagi kami, KONI Kebumen mendapat satu kehormatan yang luar biasa. Yang mestinya ini timba marani sumur, lah ini justru sumur yang mendatangi timba. Kita banyak belajar dari sana, untuk itu kesempatan yang bagus ini kita gunakan untuk saling sharing,” ungkap Zubair.
Ia menegaskan, KONI Kebumen menghormati hak setiap atlet untuk menentukan perjalanan kariernya selama seluruh proses mutasi dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Setiap perpindahan atlet harus memperoleh rekomendasi dari KONI daerah asal dan pengurus cabang olahraga terkait.
Proses tersebut juga wajib melalui mekanisme administrasi berupa Surat Rekomendasi Mutasi (SRM) dan Surat Keputusan Mutasi (SKM). Selain itu, validasi kini diperkuat melalui aplikasi SISAKTI (Sistem Informasi Olahraga Prestasi) untuk memastikan keabsahan data, riwayat prestasi, hingga status mutasi atlet.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kebumen, Dwi Aries Prambasto, menjelaskan bahwa kedatangan Ketua KONI Grobogan sekaligus menjadi upaya meluruskan proses administrasi perpindahan tiga atlet woodball asal Kebumen.
“Ketua Umum KONI Grobogan datang ke Kebumen untuk memperjelas dan menggarisbawahi mutasi atlet dari Kebumen ke Grobogan. Secara administrasi sebelumnya belum tuntas, sehingga kedatangan ini sekaligus meluruskan perpindahan tersebut yang didasarkan pada administrasi keolahragaan, bukan berdasarkan kependudukan,” jelas Dwi.
Dwi menyebutkan, ketiga atlet tersebut adalah Febriyanti, Eka, dan Naswita. Ketiganya merupakan atlet berprestasi yang selama ini menjadi andalan Kabupaten Kebumen di cabang olahraga woodball.
Meski kini membela Kabupaten Grobogan, KONI Kebumen tetap menaruh harapan agar ketiganya dapat kembali memperkuat kontingen Kebumen pada Porprov 2030. Saat itu, mereka diharapkan sudah berada pada kategori senior sehingga dapat menjadi pembimbing sekaligus motivator bagi atlet-atlet muda Kebumen.
Selain membahas mutasi atlet, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk bertukar pengalaman mengenai penyelenggaraan Porprov. Yoyok mengungkapkan, Grobogan ingin melihat langsung kondisi fasilitas olahraga di Kebumen mengingat Kedu Raya, termasuk Kabupaten Kebumen, direncanakan menjadi tuan rumah Porprov mendatang.
Dalam kesempatan itu, Yoyok juga memaparkan tantangan anggaran yang dihadapi KONI Grobogan akibat kebijakan efisiensi pemerintah daerah. Tahun ini, anggaran KONI Grobogan sempat turun menjadi Rp5,6 miliar dari sebelumnya sekitar Rp15 miliar pada pelaksanaan Porprov lalu. Namun melalui APBD Perubahan, mereka kembali memperoleh tambahan Rp4 miliar sehingga total dukungan anggaran menjadi Rp9,6 miliar.
Sementara itu, KONI Kebumen pada tahun ini memperoleh dana hibah sebesar Rp1,8 miliar dari Pemerintah Kabupaten Kebumen. Kondisi tersebut membuat besaran bonus bagi atlet peraih medali emas masih terpaut cukup jauh dibandingkan sejumlah daerah lain, termasuk Grobogan yang tetap menyiapkan bonus sebesar Rp75 juta untuk setiap atlet peraih medali emas. (K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















