GOMBONG, Kebumen24.com – Halaman SMK Ma’arif 5 Gombong berubah menjadi panggung penuh energi, Sabtu (8/8/2026) malam. Tepuk tangan, sorakan, dan ekspresi antusias mewarnai Specta Student Show, pertunjukan yang menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Two-Week English Training Program yang berlangsung selama dua pekan.
Dimulai sekitar pukul 19.45 WIB, kegiatan tersebut menghadirkan ratusan siswa kelas X untuk tampil di hadapan guru, teman sebaya, alumni, santri, dan para tamu undangan. Beragam pertunjukan dikemas dengan bahasa Inggris sebagai bagian utama.
Bukan sekadar hiburan, Specta Student Show menjadi ruang bagi para siswa untuk menunjukkan keberanian berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris di hadapan publik. Di atas panggung, mereka ditantang untuk tampil percaya diri, mengekspresikan kreativitas, membangun kekompakan, sekaligus mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris dalam suasana yang lebih natural.
Konsep pembelajaran seperti itu menunjukkan bahwa belajar bahasa asing tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Melalui pengalaman tampil secara langsung, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus membangun keberanian menghadapi audiens.
Kemasan acara semakin semarak dengan kehadiran dan penampilan dari boards META (Maligo English Trainer Academy). Para alumni META turut memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi dan keterampilan berbahasa Inggris.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PCLP NU Kebumen Dr. Mustolih, M.Pd., M.Pd.I., jajaran guru dan karyawan SMK Ma’arif 5 Gombong, alumni Maligo English Trainer Academy (META), para santri Pondok Pesantren An-Nahdliyah 5 Gombong, serta ratusan siswa kelas X.
Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong, Mukhamad Ma’muri, M.Pd., mengatakan kemampuan berbahasa Inggris tidak cukup dibangun hanya melalui teori, hafalan kosakata, maupun latihan tata bahasa di dalam kelas.
Menurutnya, siswa membutuhkan ruang untuk mempraktikkan kemampuan tersebut secara langsung agar terbiasa berkomunikasi tanpa dihantui rasa takut melakukan kesalahan.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar bahasa Inggris secara teori, tetapi juga berani menggunakannya. Specta Student Show menjadi ruang bagi mereka untuk tampil, berkomunikasi, berkreasi, sekaligus membangun rasa percaya diri,” ujar Mukhamad Ma’muri.
Ia menjelaskan, penguasaan bahasa Inggris membutuhkan proses pembiasaan yang dilakukan secara konsisten. Karena itu, siswa perlu diberikan kesempatan untuk berbicara, berinteraksi, dan mengekspresikan gagasan menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai situasi.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan Two-Week English Training Program. Selama dua pekan, siswa tidak hanya diarahkan memahami kosakata dan tata bahasa, tetapi juga mendapatkan pengalaman menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari.
“Jadi, Two-Week English Training Program juga menjadi bagian dari ikhtiar SMK Ma’arif 5 Gombong dalam mewujudkan visi SMK Go Global,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mukhamad Ma’muri menuturkan bahwa sekolah terus berupaya membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman. Tidak hanya keterampilan sesuai bidang kejuruan, tetapi juga kemampuan komunikasi, adaptasi, dan kepercayaan diri.
Menurutnya, penguatan kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan maupun dunia kerja yang semakin terbuka.
“SMK Go Global membutuhkan siswa yang tidak hanya memiliki kompetensi kejuruan, tetapi juga kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri. Bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting agar mereka mampu berinteraksi dan bersaing di lingkungan yang lebih luas,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PCLP NU Kebumen Dr. Mustolih, M.Pd., M.Pd.I., memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ia menilai keberanian untuk mencoba merupakan bagian penting dalam proses belajar, termasuk ketika siswa tengah mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris.
“Jangan takut salah ketika belajar bahasa Inggris. Yang terpenting adalah berani mencoba, terus berlatih, dan membangun kebiasaan. Dari keberanian itulah kemampuan akan tumbuh,” pesan Dr. Mustolih kepada para siswa.(K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















