Pendidikan

AI Mulai Masuk Kampus, IAINU Kebumen Siapkan Kurikulum Baru Berhaluan Aswaja

47
×

AI Mulai Masuk Kampus, IAINU Kebumen Siapkan Kurikulum Baru Berhaluan Aswaja

Sebarkan artikel ini

TAWANGMANGU, Kebumen24.com  – Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Kebumen terus memantapkan langkah menuju perguruan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Salah satunya melalui Konsinyering Review dan Pengembangan Kurikulum Fakultas Berbasis Outcome Based Education (OBE) yang digelar selama dua hari, 5–6 Agustus 2026, di Tawangmangu.

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi IAINU Kebumen untuk mengevaluasi sekaligus merancang arah kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), dunia kerja, serta tantangan era industri 5.0.

Konsinyering dibuka dan dipandu langsung oleh Wakil Rektor I IAINU Kebumen, H. Faisal, S.Ag., bersama Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM), H. Agus Salim Chamidi, M.Pd.I.

Sejumlah unsur pimpinan turut hadir, di antaranya unsur Yayasan YPPNU Kyai Nurtaufik, M.Pd., Rektor IAINU Kebumen Dr. Benny Kurniawan, M.Pd.I., pimpinan Program Pascasarjana, pimpinan tiga fakultas, serta jajaran dosen di lingkungan IAINU Kebumen.

Dalam pengantarnya, Rektor Dr. Benny Kurniawan menegaskan pembaruan kurikulum bukan sekadar agenda administratif, melainkan kebutuhan mendasar agar perguruan tinggi mampu bergerak seiring perubahan zaman.

“Kurikulum bukan dokumen mati. Ia harus hidup, adaptif, dan menjawab tiga hal: kebutuhan masyarakat, perkembangan AI dan teknologi, serta penguatan jati diri kita sebagai kampus Aswaja. Dari Tawangmangu ini kita rumuskan masa depan IAINU Kebumen empat tahun ke depan,” ujarnya.

Review kurikulum mencakup Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan dan Hukum, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syariah, Ushuludin dan Dakwah, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Proses pembahasan dilakukan secara menyeluruh dan berbasis data. Tahapan dimulai dengan mengevaluasi visi dan misi fakultas, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), hingga penyusunan kembali peta sebaran mata kuliah pada masing-masing fakultas.

Salah satu pijakan penting dalam proses tersebut adalah hasil Tracer Study alumni. Data tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memastikan kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa benar-benar memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia kerja, industri, dan masyarakat.

“Kami tidak ingin kurikulum jalan di tempat. Data tracer study menjadi dasar kita untuk merespons kebutuhan dunia kerja, industri, dan masyarakat,” kata H. Agus Salim Chamidi.

Sementara itu, Wakil Rektor I H. Faisal menekankan kurikulum masa depan harus memiliki karakter adaptif sekaligus visioner. Menurutnya, perkembangan AI dan disrupsi teknologi tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan tinggi.

“Tantangan terbesar kita adalah AI dan disrupsi teknologi. Karena itu, literasi digital dan AI harus masuk sebagai bagian dari CPL. Lulusan IAINU harus menjadi problem solver, bukan tergantikan teknologi,” tegasnya.

Namun, adaptasi teknologi tidak berarti mengesampingkan identitas dan karakter perguruan tinggi. Justru, menurut Faisal, pengembangan kurikulum berbasis OBE harus tetap memiliki distingsi yang kuat sebagai perguruan tinggi Islam yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.

“Kurikulum berbasis OBE ini kita rumuskan dengan ruh Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Ini pembeda IAINU Kebumen. Kita cetak sarjana yang cerdas, adaptif teknologi, tetapi tetap berakhlak dan kuat ideologi ke-NU-an,” pungkasnya.

Melalui konsinyering tersebut, IAINU Kebumen menargetkan lahirnya kurikulum yang lebih relevan dengan perkembangan zaman, selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta mampu menjawab kebutuhan era industri 5.0.

Di sisi lain, penguatan teknologi dan AI tetap ditempatkan dalam kerangka nilai-nilai keislaman dan Aswaja. Dengan demikian, transformasi menuju kampus 5.0 tidak hanya berorientasi pada kecakapan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk melahirkan lulusan yang berkarakter, berintegritas, memiliki daya saing, dan tetap kokoh dalam nilai Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.