Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto Panen Raya Udang di Kebumen, BUBK Tegalretno Tembus Standar Produksi Dunia

×

Presiden Prabowo Subianto Panen Raya Udang di Kebumen, BUBK Tegalretno Tembus Standar Produksi Dunia

Sebarkan artikel ini

PETANAHAN, Kebumen24.com – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Panen Raya ke-8 Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Sabtu (23/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional dan sumber devisa negara.

Dalam sambutannya, Presiden menilai Indonesia memiliki potensi besar di bidang perikanan dan budidaya karena didukung wilayah maritim yang luas, garis pantai panjang, serta sumber daya laut yang melimpah. Pemerintah, kata Prabowo, ingin menjadikan Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi pemain utama ekspor hasil perikanan dunia.

“Hari ini saya hadir menyaksikan panen raya udang di Kabupaten Kebumen. Proyek ini sudah berjalan tiga tahun dan sekarang hasil panennya sangat memuaskan bahkan tingkat dunia untuk diekspor,” ujar Prabowo di hadapan para tamu undangan dan masyarakat.

Presiden mengungkapkan, kawasan BUBK Tegalretno saat ini telah membuka lapangan pekerjaan bagi sekitar 650 masyarakat setempat. Kawasan budidaya tersebut memiliki luas sekitar 65 hektar dengan tingkat produktivitas yang dinilai sangat tinggi.

“Tadi saya diberi laporan luas kawasan di sini 65 hektar. Satu hektar bisa menghasilkan 40 ton, harganya Rp70 ribu per kilogram,” katanya.

Menurut Prabowo, keberhasilan BUBK Kebumen menjadi bukti bahwa sektor perikanan budidaya mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang menghasilkan nilai tambah besar bagi masyarakat dan negara. Karena itu, pemerintah akan terus memperluas proyek serupa di berbagai daerah.

Ia menyebut, pemerintah saat ini tengah membangun kawasan tambak udang di Waingapu seluas 2.000 hektar dan di Gorontalo seluas 200 hektar. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan kawasan tambak ikan di Pantai Utara Jawa Barat seluas 14 ribu hektar.

“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan untuk rakyat dan dijual ke luar negeri agar mendapat devisa,” tegasnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya orientasi pembangunan yang berbasis produktivitas. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik atau gedung megah, melainkan harus mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau sekarang kita tunda bangun banyak kantor, kantor itu perlu tetapi harus produktifitas. Kantor megah produknya tidak ada, lebih baik kantor biasa saja tetapi produktifnya bagus,” ucap Presiden.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, kawasan BUBK Kebumen memiliki luas sekitar 65 hektar dengan area tambak aktif mencapai 24 hektar yang terdiri dari 139 petak kolam.

Menurut Trenggono, sistem budidaya di kawasan tersebut menggunakan metode padat tebar hingga 250 ekor per meter persegi untuk mencari titik optimum produksi. Hasilnya, target produksi terbaik atau best practice sebesar 40 ton per hektar berhasil dicapai pada panen ke-8 ini.

“Panen ke-8 membuktikan per hektar sudah bisa mencapai target terbaik atau disebut best practice yaitu 40 ton,” jelasnya.

Ia menambahkan, sistem panen dilakukan secara bertahap sehingga tidak semua kolam dipanen bersamaan. Pada panen kali ini, udang yang dipanen termasuk kategori ukuran besar, yakni size 20 atau sekitar 20 ekor per kilogram.

“Secara keseluruhan tambak BUBK di sini akan menghasilkan 960 ton dari 24 hektar luas tambak. Kalau hari ini yang dipanen sekitar 80 ton,” ungkap Trenggono.

Hasil panen udang dari kawasan BUBK Tegalretno diketahui telah diekspor ke berbagai negara, di antaranya Amerika Serikat, China, Jepang, hingga sejumlah negara di Eropa. Dalam satu tahun, kawasan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan nilai ekonomi mencapai Rp153 miliar dengan frekuensi panen sekitar dua kali dalam setahun.

Selain pengembangan tambak, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi fasilitas penunjang seperti pabrik es, SPBN, toko logistik, hingga bengkel kapal untuk mendukung produktivitas nelayan lokal. (K24/Ilham)

 


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.