KEBUMEN, Kebumen24.com – Pembelajaran tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Untuk memperkuat pemahaman teori sekaligus meningkatkan keterampilan praktik mahasiswa, Program Studi Pertanian Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen menggelar kegiatan Kuliah Kerja Lapang (KKL) dan Praktikum Kesuburan Tanah dan Pemupukan di kawasan pesisir Urut Sewu, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Sabtu (30/5/2025).
Kegiatan yang berlangsung di lahan pertanian pesisir tersebut mengangkat tema praktik budidaya pertanian di lahan berpasir serta pengamatan sifat fisik, kimia, biologi tanah, kandungan bahan organik, hingga pemanfaatan berbagai bahan pembenah tanah untuk mendukung produktivitas pertanian.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami secara langsung berbagai tantangan dan peluang pengembangan pertanian di kawasan pesisir yang selama ini dikenal memiliki karakteristik tanah berpasir dengan tingkat kesuburan yang relatif rendah.
Tidak hanya melakukan observasi lapangan, mahasiswa juga memperoleh pengalaman praktik mulai dari pengambilan sampel tanah, pengujian infiltrasi air, identifikasi sifat fisik tanah berpasir, hingga pengamatan kemampuan tanah dalam menahan air dengan dan tanpa penambahan bahan organik.
Salah satu daya tarik kegiatan ini adalah keterlibatan Muhammad Yusuf, mahasiswa tingkat akhir UMNU Kebumen yang telah menyelesaikan ujian skripsi dan dikenal sukses mengembangkan budidaya melon di kawasan pesisir Urut Sewu.
Yusuf menjadi narasumber sekaligus pemandu lapangan yang membagikan pengalaman nyata mengenai pengelolaan pertanian di lahan pasir. Bahkan, melon hasil budidayanya saat ini sedang menjalani proses karantina sebagai bagian dari tahapan menuju pasar ekspor.
Tak hanya itu, Yusuf bersama mitranya juga berhasil mengembangkan formulasi nutrisi hidroponik AB-Mix yang kini sedang dalam proses pengajuan hak paten. Prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa peserta praktikum bahwa inovasi pertanian dapat lahir dari kombinasi ilmu pengetahuan, pengalaman lapangan, dan semangat kewirausahaan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pengamatan dan wawancara langsung terkait teknik budidaya tumpang sari cabai dan semangka, serta budidaya terong dan pepaya California yang dikembangkan di lahan pesisir.
Mereka juga mempelajari berbagai tantangan yang dihadapi petani dalam mengelola tanah pasir, seperti rendahnya daya simpan air, minimnya kandungan bahan organik, serta kebutuhan strategi pemupukan yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal.
Mahasiswa kemudian mengamati secara langsung pengaruh penggunaan pupuk kandang, kompos, biochar, dan arang sekam terhadap peningkatan kualitas tanah. Berbagai bahan tersebut terbukti mampu membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan menahan air, serta mendukung pertumbuhan tanaman di lahan pesisir.
Dosen pengampu Mata Kuliah Kesuburan Tanah dan Pemupukan UMNU Kebumen, Rennanti Lunnadiyah Aprilia, M.P., menjelaskan bahwa mata kuliah tersebut terdiri atas 2 SKS teori dan 1 SKS praktikum serta KKL.
Menurutnya, kegiatan lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata.
“Praktik ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan bekal kepada mahasiswa UMNU Kebumen, tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan. Sebelumnya mahasiswa telah melakukan praktik pembuatan kompos, pupuk kandang, pupuk organik cair, serta bahan pembenah tanah seperti biochar dan arang sekam. Kegiatan ini menjadi bentuk aplikasi dari pupuk dan bahan pembenah tanah yang telah mereka buat sebelumnya,” jelas Rennanti.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan motivasi mahasiswa untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek cerah di masa depan.
Menurutnya, petani modern tidak hanya dituntut memiliki kemampuan budidaya, tetapi juga harus mampu berinovasi, membangun jejaring usaha, memahami kebutuhan pasar, serta berani mengembangkan usaha pertanian yang bernilai ekonomi tinggi.
“Muhammad Yusuf adalah salah satu contoh nyata petani milenial yang sukses. Tidak hanya berhasil menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga mampu membuktikan bahwa mahasiswa pertanian dapat menjadi pelaku usaha yang inovatif, produktif, dan mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Melalui kegiatan KKL dan praktikum ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami potensi sekaligus tantangan pengembangan pertanian lahan pesisir, khususnya di Kabupaten Kebumen. Selain memperkuat kompetensi dalam bidang kesuburan tanah dan pemupukan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengenalkan konsep pertanian berkelanjutan berbasis pemanfaatan bahan organik dan teknologi tepat guna.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertegas komitmen UMNU Kebumen dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan, inovasi, serta pemberdayaan potensi lokal guna mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia pertanian modern.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















