Pemerintahan

Tinjau Pembangunan Yonif Teritorial 440/SJS di Kebumen, Pangdam IV/Diponegoro Dorong Keamanan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

360
×

Tinjau Pembangunan Yonif Teritorial 440/SJS di Kebumen, Pangdam IV/Diponegoro Dorong Keamanan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Achiruddin Darojat, meninjau langsung progres pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan 440/SJS di Marshalling Area (MA) Yonif Teritorial Pembangunan 440/SJS, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan batalyon berjalan sesuai rencana sebagai bagian dari program strategis pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan di wilayah Kodam IV/Diponegoro.

Dalam keterangannya, Mayjen TNI Achiruddin Darojat mengatakan bahwa peninjauan di Kebumen merupakan rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah lokasi pembangunan batalyon di Jawa Tengah. Sebelum tiba di Kebumen, rombongan telah meninjau pembangunan di Kabupaten Temanggung, kemudian dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Klaten.

“Hari ini saya bersama staf melaksanakan kunjungan ke beberapa lokasi Batalyon Teritorial Pembangunan yang sedang dibangun. Pertama di Kabupaten Temanggung, kemudian Kebumen, selanjutnya ke Purworejo dan Klaten,” ujar Pangdam.

Menurut Pangdam, pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan merupakan salah satu program prioritas TNI Angkatan Darat untuk memperkuat sistem pertahanan sekaligus meningkatkan pembinaan wilayah. Di lingkungan Kodam IV/Diponegoro, ditargetkan akan berdiri 40 batalyon, dengan 29 batalyon saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Ke depan, setiap kabupaten di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta diharapkan memiliki satu Batalyon Teritorial Pembangunan sebagai bagian dari penguatan pertahanan negara sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Tidak hanya berfungsi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah, keberadaan batalyon juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Pangdam menjelaskan, satu batalyon akan dihuni sekitar 500 prajurit, sehingga akan menciptakan perputaran ekonomi yang cukup besar. Kehadiran para prajurit diperkirakan membuka berbagai peluang usaha bagi masyarakat, seperti warung makan, jasa laundry, usaha jahit, hingga sektor usaha kecil lainnya.

“Gaji prajurit paling kecil sekitar Rp6 juta. Jika dalam satu bulan mereka membelanjakan setengahnya atau sekitar Rp3 juta, dengan jumlah 500 prajurit akan terjadi perputaran uang sekitar Rp1,5 miliar setiap bulan di wilayah sekitar batalyon. Insyaallah hal ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mayjen TNI Achiruddin Darojat menegaskan bahwa Batalyon Teritorial Pembangunan tetap merupakan satuan infanteri tempur yang memiliki kemampuan menjalankan operasi militer apabila dibutuhkan. Namun, para prajurit juga dibekali kemampuan pembinaan teritorial sehingga dapat berperan aktif membantu masyarakat dan mendukung program pembangunan di daerah.

“Secara umum Batalyon Teritorial Pembangunan adalah batalyon infanteri atau batalyon tempur. Selain memiliki kemampuan tempur untuk melaksanakan operasi di daerah konflik, para prajurit juga dibekali kemampuan teritorial sehingga dapat membantu masyarakat dan mendukung berbagai kegiatan pembangunan di wilayah,” pungkasnya.

Dengan pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan 440/SJS di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah sekitarnya.(K24/Ilham)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.