GOMBONG, Kebumen24.com – SMK Ma’arif 5 Gombong menghadirkan suasana berbeda dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026/2027. Melalui program “Pejabat Mengajar”, sekolah menghadirkan langsung Wakil Bupati Kebumen H. Zaeni Miftah dan Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K., untuk memberikan motivasi, wawasan kebangsaan, serta penguatan karakter kepada ratusan peserta didik baru, Rabu (15/7/2026).
Kehadiran dua pimpinan daerah tersebut menjadi pengalaman berharga bagi para siswa baru. Mereka tidak hanya mendapatkan materi mengenai disiplin, kepemimpinan, dan kebangsaan, tetapi juga berkesempatan berdialog secara langsung mengenai perjalanan hidup, pengalaman memimpin, hingga kiat meraih cita-cita.
Kepala SMK Ma’arif 5 Gombong, Mukhamad Ma’muri, menjelaskan bahwa MPLS tahun ini mengusung tema KSATRIA, akronim dari Kreatif, Santun, Tangguh, dan Ceria. Tema tersebut menjadi landasan pembentukan karakter peserta didik agar mampu berkembang menjadi lulusan yang unggul, baik dalam kompetensi maupun akhlak.
“SMK Maligo berkomitmen mewujudkan generasi yang memiliki karakter KSATRIA, yaitu kreatif, santun, tangguh, dan ceria. Nilai-nilai tersebut menjadi semangat utama dalam pelaksanaan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menegaskan pentingnya memiliki cita-cita sejak dini. Menurutnya, setiap pelajar harus berani bermimpi dan memiliki target yang jelas sebagai bekal menghadapi masa depan.
“Dari awal harus punya cita-cita. Harus punya impian beberapa tahun ke depan, bahkan terus dikawal sampai cita-cita tersebut benar-benar tercapai,” pesan Kapolres di hadapan para siswa.
Ia juga mengungkapkan bahwa SMK Ma’arif 5 Gombong merupakan sekolah pertama yang dikunjunginya dalam rangkaian kegiatan MPLS tahun 2026.
Sementara itu, Wakil Bupati Kebumen H. Zaeni Miftah mengajak seluruh peserta didik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan menjalani proses belajar dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak diraih secara instan, melainkan melalui kerja keras, disiplin, konsistensi, dan ketekunan.
Sebagai sekolah di bawah naungan Ma’arif Nahdlatul Ulama, menurutnya para siswa juga harus menjadikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sebagai pijakan dalam menjalani pendidikan.
“Tidak ada kemustahilan dalam proses pencapaian kesuksesan. Kita landasi perjuangan ini dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, yakni tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran) sebagai marwah, landasan, dan ideologi NU,” tuturnya.
Selain memotivasi, Wakil Bupati juga mengingatkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan era digital secara bijaksana. Ia mengimbau para pelajar menjauhi narkoba, obat-obatan terlarang, serta praktik judi online yang dapat merusak masa depan.
“Hal-hal negatif seperti narkoba akan sangat menghambat kesuksesan, bahkan menghancurkan masa depan dan menggagalkan cita-cita. Jangan sekali-kali mengenal judi online. Gunakan handphone, media sosial, dan teknologi dengan bijak,” pesannya.
Dalam pemaparannya, Zaeni Miftah juga menyampaikan kabar membanggakan mengenai perkembangan pendidikan vokasi di Kabupaten Kebumen. Ia menyebut Kebumen kini berada di peringkat kedelapan nasional sebagai daerah pemasok tenaga kerja, yang menunjukkan lulusan SMK di Kebumen semakin dipercaya oleh dunia usaha dan dunia industri.
“Lulusan SMK di Kebumen dikenal memiliki etos kerja yang baik, karakter kuat, produktivitas tinggi, soft skill yang mumpuni, serta didukung sistem pendidikan yang baik. Potensi ini harus dijaga dan jangan sampai dirusak oleh perilaku negatif,” jelasnya.
Suasana semakin hidup ketika acara memasuki sesi dialog interaktif. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari kepemimpinan, cara belajar yang efektif, hingga motivasi dalam meraih kesuksesan.
Menjawab pertanyaan Ana mengenai bagaimana menjadi pemimpin yang baik, Wakil Bupati berpesan agar setiap orang selalu berada di jalan yang benar.
“Jangan pernah menjadi manusia yang salah. Manusia pada posisi benar saja kadang bisa salah, apalagi jika sengaja menempatkan diri pada posisi yang salah,” ujarnya.
Saat Dinda menanyakan kiat belajar agar sukses, ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berhasil.
“Yang membedakan satu sama lain adalah tingkat kesungguhannya,” katanya.
Sementara ketika Putri bertanya mengenai pelajaran yang paling sulit saat sekolah, Zaeni Miftah mengaku matematika pernah menjadi tantangan baginya. Namun, ia menegaskan tidak ada pelajaran yang mustahil dikuasai selama dipelajari dengan tekun.
Sedangkan saat Ahmad menanyakan motivasi menjadi pejabat dan siapa guru terbaik dalam hidupnya, Wakil Bupati menjawab dengan penuh haru bahwa orang tua merupakan sumber inspirasi terbesar.
“Guru yang terbaik adalah orang tua. Orang tualah yang menjadi motivasi terbesar saya.”
Mengakhiri sesi dialog, Wakil Bupati memberikan pesan kepada peserta didik yang masih merasa ragu dengan jurusan yang dipilih agar tetap percaya diri dan fokus menatap masa depan.
“Apa yang menjadi semangatmu hari ini, pertahankan. Kuncinya adalah tetap fokus pada orientasi masa depanmu.”(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















