SEJARAH

Sejarah Desa Purwoharjo, Kecamatan Puring, Kebumen: Berawal dari Mbah Gambir

417
×

Sejarah Desa Purwoharjo, Kecamatan Puring, Kebumen: Berawal dari Mbah Gambir

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Purwoharjo yang terletak di Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, memiliki sejarah panjang yang sarat dengan nilai budaya, mitos, serta dinamika sosial masyarakat dari masa ke masa.

Secara geografis, Desa Purwoharjo memiliki luas wilayah sekitar 162,66 hektare atau 1,63 km². Desa ini berbatasan dengan Desa Tukinggedong di sebelah timur, Desa Sitiadi di sebelah barat, Desa Bumirejo di sebelah utara, serta Desa Waluyorejo di sebelah selatan. Letaknya berada di wilayah selatan Kabupaten Kebumen dengan ketinggian sekitar 15 meter di atas permukaan laut.

Legenda Mbah Gambir dan Asal-usul Nama Desa

Sejarah Desa Purwoharjo tidak lepas dari legenda yang berkembang di masyarakat. Konon, desa ini dahulu dijaga oleh sosok yang dikenal sebagai Mbah Gambir, yang diyakini bersemayam di sebuah pohon sawo besar di tengah desa. Sosok ini dipercaya sebagai penjaga desa dari berbagai mara bahaya, baik ancaman penjajahan maupun bencana alam.

Karena kepercayaan tersebut, desa ini dahulu dikenal dengan nama Desa Sawo. Namun, seiring berjalannya waktu, pohon sawo yang dianggap sebagai tempat bersemayam Mbah Gambir tumbang. Para sesepuh desa kemudian menggantinya dengan pohon putat di lokasi baru yang dikenal sebagai Bonayu (Kebon Ayu).

Dalam perjalanan berikutnya, desa sempat mengalami berbagai peristiwa buruk seperti paceklik, konflik sosial, hingga wabah penyakit. Atas prakarsa Kepala Desa saat itu, Bapak Hoedojo, nama Desa Sawo kemudian diubah menjadi Desa Purwoharjo pada tahun 1972. Nama “Purwoharjo” berasal dari kata “Purwo” yang berarti awal atau permulaan, dan “Harjo” yang berarti sejahtera. Pergantian nama ini diyakini membawa perubahan menuju kondisi desa yang lebih aman, tenteram, dan makmur.

Perjalanan Pemerintahan Desa

Sejarah kepemimpinan Desa Purwoharjo telah dimulai sejak sebelum tahun 1904, saat desa dipimpin oleh Kuwu Tjamenggala. Sistem pemilihan kepala desa pun mengalami perkembangan, mulai dari metode tradisional seperti “dodokan” hingga sistem demokratis seperti yang digunakan saat ini.

Beberapa peristiwa penting juga tercatat, seperti wabah penyakit pada tahun 1947, serta dampak peristiwa nasional seperti Agresi Militer Belanda, pemberontakan, hingga konflik internal pemerintahan desa pada tahun 1970-an.

Sejak era reformasi, pemilihan kepala desa dilakukan secara demokratis, dengan beberapa nama yang pernah memimpin di antaranya Slamet Mujamil, Riyadi, dan Bambang Supartono.

Kondisi Geografis dan Pemanfaatan Lahan

Sebagian besar wilayah Desa Purwoharjo didominasi oleh lahan kering (sekitar 61 persen), sementara lahan sawah mencapai sekitar 29 persen. Pemanfaatan lahan meliputi pertanian, permukiman, kebun, serta tanaman kayu.

Demografi dan Mata Pencaharian

Berdasarkan data profil desa, jumlah penduduk Desa Purwoharjo pada tahun 2014 tercatat sebanyak 1.410 jiwa, terdiri dari 712 laki-laki dan 698 perempuan. Jumlah ini mengalami pertumbuhan menjadi sekitar 1.486 jiwa pada tahun 2019.

Mayoritas penduduk bekerja di sektor pertanian, disusul sektor perdagangan dan sebagian kecil di sektor pemerintahan sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Tren angkatan kerja juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, meskipun tidak signifikan.

Dengan potensi wilayah serta sejarah yang kuat, Desa Purwoharjo terus berkembang sebagai salah satu desa di Kabupaten Kebumen yang menjunjung tinggi nilai tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sumber: Website resmi Desa Purwoharjo


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.