KEBUMEN, Kebumen24.com – Desa Kedungwinangun yang berada di Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, dikenal sebagai salah satu desa yang terus berkembang dengan mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani. Selain bertani, sebagian warga juga menekuni usaha pembuatan genteng dan batu bata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Secara geografis, salah satu wilayah padukuhan di Desa Kedungwinangun berbatasan langsung dengan Sungai Lukulo, sungai besar yang menjadi bagian penting dari kehidupan warga sekitar.
Namun di balik kehidupan masyarakatnya yang agraris, Desa Kedungwinangun menyimpan sejarah yang menarik. Mantan Kepala Desa Kedungwinangun, Mustakim, menuturkan bahwa desa tersebut dulunya merupakan hasil penggabungan dari dua desa lama.
“Dahulu wilayah ini merupakan gabungan dari dua desa, yaitu Desa Grewing dan Desa Dungwaru,” ujar Mustakim saat ditemui di kediamannya di RT 2 RW 2 Dukuh Pedana, Desa Kedungwinangun.
Menurutnya, proses penggabungan dua desa tersebut dikenal dengan istilah blengketan, yakni proses penyatuan wilayah desa menjadi satu pemerintahan baru.
Dari Desa Grewing sendiri, terdapat cerita yang berkaitan dengan keberadaan kedung, yakni pusaran air yang berputar di sungai. Hal ini karena wilayah tersebut berada dekat dengan aliran Sungai Lukulo yang memang memiliki beberapa kedung alami.
Dari proses blengketan antara Desa Grewing dan Desa Dungwaru itulah kemudian lahir nama Kedungwinangun. Nama tersebut diyakini berasal dari penggabungan unsur kata dari kedua desa sebelumnya, yaitu Dung dari Dungwaru dan Win dari Grewing.
Seiring perkembangan waktu, Desa Kedungwinangun kini memiliki sejumlah padukuhan yang cukup banyak. Di antaranya Karangmiri, Dungwaru, Pernak, Sasak, Entak, Grewing, Pedana, dan Pagak.
Keberadaan Sungai Lukulo yang membentang di wilayah desa ini juga menjadi bagian penting dalam sejarah serta kehidupan masyarakat Kedungwinangun, terutama dengan adanya fenomena kedung atau pusaran air yang menjadi asal-usul penamaan desa tersebut.
Sejarah lokal seperti ini menjadi bagian dari identitas desa yang terus dijaga oleh masyarakat sebagai warisan cerita dari generasi ke generasi.
Sumber: https://www.wiradesa.co/blengketan-dan-asal-usul-desa-kedungwinangun/
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















