SEJARAH

Legenda Desa Blater Poncowarno Kebumen: Kisah Dua Desa yang Menyatu di Kaki Gunung

527
×

Legenda Desa Blater Poncowarno Kebumen: Kisah Dua Desa yang Menyatu di Kaki Gunung

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Di balik hamparan sawah dan suasana pedesaan yang tenang di kaki pegunungan, tersimpan kisah menarik tentang asal-usul Desa Blater, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen. Desa ini tidak hanya dikenal karena potensi pertaniannya, tetapi juga memiliki legenda sejarah yang menggambarkan perjalanan panjang terbentuknya sebuah komunitas yang menjunjung tinggi kesederhanaan dan etika kehidupan.

Secara geografis, Desa Blater berada di wilayah kaki gunung dengan luas wilayah sekitar 297 hektar. Dari luas tersebut, sekitar 60 hektar merupakan sawah irigasi teknis, sementara 70 hektar lainnya adalah sawah tadah hujan. Selebihnya digunakan untuk permukiman penduduk, tegalan, hutan lindung, sungai alam, makam, jalan, hingga berbagai fasilitas ibadah dan pendidikan.

Wilayah Desa Blater terbagi dalam empat pedukuhan, yaitu Dukuh Krajan di bagian barat, kemudian Dukuh Tempuran, Dukuh Kwaron, dan Dukuh Legok yang berada di wilayah timur-utara desa. Area persawahan dan permukiman di wilayah pegunungan membentang dari timur hingga barat desa.

Untuk sistem pertanian, sawah irigasi teknis terdapat di Dukuh Krajan, Tempuran, dan Kwaron, sementara wilayah Dukuh Legok memiliki sistem irigasi semi teknis. Kondisi ini membuat sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

Mayoritas warga Desa Blater berprofesi sebagai petani, sementara sebagian lainnya bekerja sebagai pedagang, wiraswasta, karyawan swasta, pegawai negeri sipil, tenaga pertukangan, hingga anggota TNI, Polri, perawat, dan bidan.

Jumlah penduduk desa ini relatif stabil di kisaran 1.600 jiwa. Angka tersebut cenderung stagnan karena pertambahan dari kelahiran dan pendatang sering diimbangi oleh perpindahan penduduk keluar desa maupun angka kematian.

Makna Filosofis Nama “Blater”

Nama Blater sendiri memiliki makna mendalam bagi masyarakat setempat. Kata ini menggambarkan sosok manusia yang hidup sederhana, menjunjung sopan santun, dan tetap berada dalam koridor norma sosial yang berlaku.

Para pendiri desa memberikan nama tersebut sebagai doa dan simbol harapan, agar masyarakat Desa Blater selalu hidup dengan kesederhanaan, menjunjung tinggi etika, serta memegang teguh nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Kisah Penggabungan Dua Desa

Menurut legenda yang berkembang di masyarakat, Desa Blater awalnya bukan berdiri sebagai satu desa sejak awal, melainkan hasil penggabungan dari dua desa, yaitu Desa Legok dan Desa Blater.

Desa Legok pertama kali dipimpin oleh seorang kepala desa bernama Pradita. Dalam perjalanan sejarahnya, Pradita meninggal dunia di wilayah Tegalrejo setelah menjadi korban perampokan saat hendak mengantarkan upeti ke Keraton Solo.

Setelah wafatnya Pradita, kepemimpinan Desa Legok dilanjutkan oleh Rejo Mustari, kemudian oleh Mangkurejo. Sementara itu, Desa Blater sebelum penggabungan dipimpin oleh Pencung, yang kemudian digantikan oleh Untung.

Setelah kedua desa tersebut resmi bergabung, Simbah Mangkurejo dipercaya menjadi kepala desa pertama Desa Blater hingga tahun 1922.

Daftar Kepala Desa Blater dari Masa ke Masa

Setelah masa kepemimpinan Simbah Mangkurejo, pemerintahan Desa Blater dilanjutkan oleh sejumlah tokoh, yaitu:

  • Pawiro Diredjo (1922–1948)
  • Pawiro Sentono (1948–1954)
  • Pawiro Diwiryo (1954–1985)
  • Sanyoto (1985–1994)
  • Bera Wasito (1994–2002)
  • Iswanto (2002–2007)
  • Iswanto (2007–2013)
  • Suryo Widodo, A.Md (2013–2019)
  • Suryo Widodo, A.Md (2019–2025)

Seiring perjalanan waktu, Desa Blater terus berkembang dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendirinya.

Masyarakat berharap, ke depan desa ini selalu dipimpin oleh sosok pemimpin yang amanah, mampu memperjuangkan kesejahteraan warga, serta membawa Desa Blater menjadi desa yang semakin maju, sejahtera, dan berakhlakul karimah.

Sumber: Pemerintah Desa Blater https://blater.kec-poncowarno.kebumenkab.go.id


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.