PERISTIWA

Ramadan 2026 Mulai Kapan? Ini Prediksi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN!

1181
×

Ramadan 2026 Mulai Kapan? Ini Prediksi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN!

Sebarkan artikel ini
ilustrasi ramadhon

JAKARTA, Kebumen24.com — Penentuan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Sejumlah lembaga, mulai dari pemerintah, organisasi keagamaan, hingga lembaga riset, telah menyampaikan prakiraan masing-masing terkait kapan 1 Ramadan akan dimulai.

Perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah—antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal)—membuat awal Ramadan kerap dinantikan dan menjadi sorotan publik setiap tahunnya.

Versi Pemerintah: Tunggu Sidang Isbat

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah lewat sidang isbat. Berdasarkan informasi dari Kemenag, sidang isbat dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026, bertepatan dengan kegiatan pemantauan hilal di berbagai titik di Indonesia.

Sidang isbat akan diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi, lalu dilanjutkan dengan laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah. Hasil sidang tersebut menjadi dasar penetapan resmi 1 Ramadan yang akan diumumkan kepada masyarakat.

Versi NU: Rukyat Jadi Penentu

Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan awal Ramadan dengan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab. Mengacu pada data yang dipublikasikan NU, posisi hilal di akhir Syaban 1447 H menjadi faktor kunci penentuan awal puasa.

NU akan menggelar rukyatul hilal di sejumlah lokasi yang telah ditentukan. Jika hilal berhasil teramati sesuai kriteria imkanur rukyah, maka 1 Ramadan akan ditetapkan keesokan harinya. Keputusan resmi biasanya diumumkan setelah laporan rukyat dikaji oleh Lembaga Falakiyah NU.

Versi Muhammadiyah: Mulai Puasa 18 Februari 2026

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Melalui Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

Dengan demikian, warga Muhammadiyah akan mulai menjalankan ibadah puasa pada tanggal tersebut. Dalam maklumat yang sama, Muhammadiyah juga menetapkan 1 Syawal 1447 H atau Idulfitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Versi BRIN: Berpotensi 19 Februari 2026

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) turut memberikan pandangan ilmiah terkait awal Ramadan 2026. Peneliti BRIN memprediksi 1 Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada saat Magrib 17 Februari 2026, posisi hilal masih berada di bawah ufuk sehingga tidak mungkin dirukyat.

“Pada saat Magrib 17 Februari, posisi hilal masih di bawah ufuk. Jadi tidak mungkin dirukyat. Maka, awal Ramadan berpotensi jatuh pada hari berikutnya, yaitu 19 Februari 2026,” jelasnya.

Perbedaan prakiraan awal Ramadan ini merupakan hal yang lazim terjadi dan menjadi bagian dari dinamika penetapan kalender Hijriah di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari masing-masing lembaga serta tetap saling menghormati perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa.(K24/*).

Sumber: Detik.com


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.