KEBUMEN, Kebumen24.com– Di sudut perbukitan Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, berdiri sebuah masjid yang menyimpan kisah menarik. Namanya Masjid Al Falah, terletak di Dusun Kalikudu, sekitar dua kilometer dari jalan raya Karangsambung ke arah timur.
Sekilas, masjid ini tampak seperti masjid desa pada umumnya. Namun siapa sangka, tempat ibadah ini memiliki nilai sejarah yang istimewa. Masjid Al Falah disebut sebagai masjid ke-100 yang pernah dibangun atau ditrukah oleh seorang ulama Kebumen, KH R Makmur Tejasari dari Kalijirek.
Kisah ini menjadi bukti perjalanan dakwah seorang kyai yang tidak banyak disorot, namun meninggalkan jejak nyata di berbagai tempat melalui pembangunan masjid.
Jejak Dakwah Sang Kyai
Menurut penuturan KH Nurkholis Umar (66), salah satu tokoh setempat, Masjid Al Falah merupakan bangunan yang berkaitan langsung dengan kiprah KH R Makmur Tejasari.
“Masjid Al Falah ini merupakan trukah dari KH R Makmur Tejasari. Bahkan nama jalan di sini juga dinamai Jalan KH R Makmur sebagai bentuk penghormatan atas jasa beliau,” ungkapnya.
Istilah trukah sendiri dalam tradisi masyarakat setempat merujuk pada perintisan atau pembangunan awal sebuah tempat ibadah yang kemudian berkembang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Keberadaan masjid ini menjadi penanda bagaimana dakwah Islam di daerah pedesaan berkembang melalui peran ulama yang terjun langsung membangun sarana ibadah bagi masyarakat.
Berdiri di Atas Tanah Wakaf
Masjid Al Falah berdiri di atas tanah wakaf dari Eyang Simpen, istri dari Kyai Alimurja.
KH Nurkholis menjelaskan bahwa Eyang Simpen memiliki garis keturunan yang panjang dalam sejarah masyarakat setempat.
“Eyang Simpen adalah putri dari Mbah Dipawirya bin Mbah Kertaguna bin Mbah Rakin Kedungwaru bin Mbah Patrajaya Kedungwaru yang masih memiliki hubungan genealogis dengan Ki Ageng Kajoran,” jelasnya.
Hal tersebut semakin menambah nilai historis dari keberadaan masjid ini, karena tidak hanya berkaitan dengan dakwah ulama, tetapi juga bersambung dengan sejarah tokoh-tokoh terdahulu.
Kiprah KH R Makmur Tejasari
KH R Makmur Tejasari memiliki nama lengkap KH R Muhammad Abdul Kaafi Makmur. Ia dikenal sebagai ulama yang aktif merintis pembangunan masjid di berbagai wilayah.
Beliau merupakan putra dari Syekh Abdul Manan Kemangguan dan cucu dari Syekh Marwan Ali Menawi Banjursari.
Meski banyak kiprahnya tidak terdokumentasi secara luas, masyarakat setempat meyakini bahwa kontribusinya sangat besar dalam memperkuat kehidupan keagamaan di Kebumen.
Masjid Al Falah di Kalikudu pun menjadi salah satu saksi perjalanan dakwah tersebut.
Di tengah lokasi yang cukup terpencil, keberadaan masjid ini menjadi simbol pengabdian seorang ulama yang membangun umat bukan hanya melalui ceramah, tetapi juga melalui karya nyata.
Kini, nama KH R Makmur tetap dikenang masyarakat setempat. Salah satunya melalui penamaan jalan Jalan KH R Makmur Kalijirek di wilayah Kalikudu Kaligending.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa sejarah besar sering lahir dari tempat yang sederhana—dan dari sosok yang bekerja dengan ketulusan.(K24/*).
Sumber: Website Desa Kaligending
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















