KEBUMEN, Kebumen24.com — Kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) “Mapan” Desa Karangsari, Kecamatan Kebumen, terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2025, BUMDes Mapan berhasil mencatatkan kenaikan laba hingga 133,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut disampaikan dalam Musyawarah Desa (Musdes) penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BUMDes Mapan Tahun 2025 sekaligus reorganisasi kepengurusan, yang digelar di Lapangan Desa Karangsari, Jumat (30/1/2026).
Musdes dihadiri Forkopimcam Kecamatan Kebumen, Kepala Desa Karangsari Indrata, Ketua BPD Desa Karangsari Je Warsito, Direktur BUMDes Mapan Sri Brimawati, jajaran pengurus BUMDes, serta masyarakat setempat.
Ketua BPD Desa Karangsari, Je Warsito, mengatakan Musdes kali ini mengagendakan dua hal utama, yakni penyampaian LPJ BUMDes Mapan Tahun 2025 dan reorganisasi kepengurusan.
“BPD Desa Karangsari hari ini menggelar dua agenda, yaitu laporan pertanggungjawaban BUMDes Mapan tahun 2025 dan reorganisasi,” ujarnya.
Dari hasil Musdes, LPJ BUMDes Mapan dinyatakan dapat diterima oleh peserta musyawarah. Selain itu, forum juga menetapkan kembali Sri Brimawati sebagai Direktur BUMDes Mapan Karangsari untuk periode 2026–2031.
“Alhamdulillah LPJ bisa diterima. Untuk kepengurusan BUMDes tahun 2026–2031, direktur kembali terpilih Ibu Sri Brimawati yang sebelumnya juga menjabat sebagai direktur,” jelas Je Warsito.
Ia menambahkan, terpilihnya kembali Sri Brimawati didasarkan pada kinerja BUMDes Mapan yang dinilai sangat baik dan produktif selama periode 2021–2025.
“Perkembangan BUMDes sangat bagus, terbukti dengan adanya dua minimarket milik BUMDes yang memberikan pendapatan memuaskan. Itu pencapaian luar biasa, sehingga kami sepakat memilih kembali untuk memimpin periode berikutnya,” tegasnya.
Sementara itu, Sri Brimawati mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 BUMDes Mapan berhasil membukukan laba sebesar Rp111.073.683, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp76.207.501.
“Jika dipresentasekan, kenaikannya mencapai 133,05 persen. Ini hasil kerja bersama seluruh tim dan dukungan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan sesuai ketentuan, yakni pengembalian modal sebesar 50 persen atau Rp55.536.841,50, Pendapatan Asli Desa (PADes) 21 persen sebesar Rp23.325.473,43, kelembagaan 17 persen sebesar Rp18.882.526,11, CSR 10 persen sebesar Rp11.107.368,30, serta reward 2 persen sebesar Rp2.221.473,66.
Saat ini, BUMDes Mapan Karangsari mengelola tiga unit usaha, meliputi sektor perdagangan berupa dua unit toko Mart 1 dan Mart 2, unit pertanian melalui perkebunan pisang sebagai bagian dari ketahanan pangan, serta unit pelayanan jasa perbankan untuk mendukung transaksi keuangan masyarakat.
“Selain laba, pendapatan BUMDes juga meningkat hingga 125 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Ke depan, BUMDes Mapan menargetkan peningkatan kinerja dan kesejahteraan SDM, pengembangan sistem pemasaran, pemeliharaan bangunan, penambahan inventaris kendaraan, serta penyediaan kantor kesekretariatan BUMDes.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan memfokuskan peningkatan pendapatan untuk mendukung PADes melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Kami akan bekerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan SPPG terkait program makan bergizi gratis. Di wilayah Karangsari terdapat dua SPPG yang nantinya akan kami suplai,” katanya.
Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), BUMDes Mapan Karangsari juga menyalurkan bantuan sosial berupa 50 paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus berbagi manfaat dari hasil usaha yang telah dicapai.
Pada kesempatan yang sama, Camat Kebumen Karyanto menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musdes di Desa Karangsari. Ia menyebut, dari 24 desa di Kecamatan Kebumen, Desa Karangsari menjadi desa kedua yang menyelenggarakan Musdes pada tahun 2026.
“Mudah-mudahan kepengurusan BUMDes yang dilantik bisa membawa BUMDes menjadi lebih baik. Menurut saya, BUMDes Desa Karangsari merupakan salah satu BUMDes termaju dan unggul,” ujarnya.
Menurut Karyanto, peran BUMDes sangat strategis dalam mendukung pembangunan desa, terutama di tengah berkurangnya alokasi dana desa.
“Dana desa yang sebelumnya rata-rata Rp1 miliar kini berkurang sekitar 70 persen menjadi Rp300 juta. Harapannya, PADes melalui BUMDes dapat mendukung program-program kegiatan di desa,” pungkasnya.
(K24/Ilham)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















