PERISTIWA

Atap Gudang SDN 2 Kritig Petanahan Ambrol, Polisi Pastikan Tak Ada Korban

780
×

Atap Gudang SDN 2 Kritig Petanahan Ambrol, Polisi Pastikan Tak Ada Korban

Sebarkan artikel ini
Petugas Polsek Petanahan bersama unsur Muspika saat melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi bangunan sekolah yang roboh.

KEBUMEN, Kebumen24.com — Atap bangunan di SD Negeri 2 Kritig, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, dilaporkan ambrol pada Senin (29/12/2025) pagi. Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 07.30 WIB saat aktivitas sekolah akan dimulai.

Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri melalui Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Bangunan yang roboh diketahui merupakan gudang penyimpanan barang yang sudah tidak digunakan.

“Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Bangunan yang terdampak merupakan gudang lama yang sudah tidak terpakai,” ujar Kompol Faris Budiman.

Usai menerima laporan, petugas dari Polsek Petanahan bersama unsur Muspika langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Selain gudang, atap toilet yang berada di sisi utara bangunan juga dilaporkan roboh.

Sementara itu, satu bangunan gudang lain yang berada di dekat kantor guru terpantau dalam kondisi rawan ambruk. Struktur kayu penyangga bangunan tersebut diketahui hampir patah sehingga berpotensi membahayakan.

Peristiwa ambrolnya atap bangunan pertama kali diketahui oleh salah satu guru, Nur Hasanah, saat tiba di sekolah. Ia kemudian menghubungi saksi lain, Hartanto, untuk memastikan kondisi bangunan lain di lingkungan sekolah. Hasil pengecekan menunjukkan kerusakan tidak hanya terjadi pada satu titik.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga robohnya bangunan disebabkan oleh kondisi kayu usuk dan reng yang sudah lapuk. Kondisi tersebut diperparah oleh hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada malam sebelumnya.

“Struktur kayu sudah tidak kuat menahan beban,” jelas Kompol Faris.

Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp 6 juta. Proses evakuasi dan pengamanan lokasi dilakukan oleh Polri bersama Koramil, BPBD, PMI, serta petugas pemadam kebakaran untuk memastikan tidak ada bagian bangunan lain yang membahayakan.

Polisi juga telah mencatat keterangan para saksi sebagai bahan pendalaman lebih lanjut. Dari kejadian ini, Polres Kebumen mengimbau pihak sekolah dan instansi terkait agar rutin melakukan pengecekan terhadap bangunan sekolah yang sudah tua guna mencegah kejadian serupa terulang.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.