KEBUMEN, Kebumen24.com — Rektor Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen, Dr. H. Imam Satibi, M.Pd.I., mengajak generasi Z untuk membangun pola pikir dan cara pandang hidup (way of life) dengan menjadikan hidup sebagai investasi. Konsep life is investment tersebut, menurutnya, sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya amal sholeh sebagai proses perbaikan diri yang berkelanjutan.
Pesan itu disampaikan Rektor UMNU Kebumen dalam kegiatan Samba dan Pembinaan Mahasiswa Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Tahun 2025, yang digelar di GOR Bola Voli Talenta, Senin (29/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan akademik sekaligus optimalisasi tujuan program beasiswa KIP-Kuliah.
“Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk terus melakukan perbaikan. Hidup itu berkelanjutan, dari dunia hingga akhirat. Maka, hidup harus dipandang seperti investasi yang nilainya harus terus dikapitalisasi,” ujar Imam Satibi di hadapan ratusan mahasiswa penerima KIP.
Lebih lanjut, Imam Satibi menegaskan mahasiswa penerima KIP harus memiliki kesadaran penuh atas kehadiran negara melalui program KIP-Kuliah. Beasiswa ini, kata dia, bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan instrumen strategis negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses pendidikan tinggi jenjang Sarjana (S-1).
“Mahasiswa penerima KIP memiliki dua tantangan besar. Pertama, berprestasi selama masa studi. Kedua, setelah lulus mampu terserap di dunia kerja atau bahkan menciptakan lapangan pekerjaan sebagai wirausaha,” tegasnya.
Ia menambahkan, alumni penerima KIP diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan memutus mata rantai kemiskinan dalam keluarga. Pendidikan tinggi harus menjadi titik balik bagi peningkatan kualitas hidup, baik secara ekonomi maupun sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Satibi juga mengingatkan pentingnya menjaga tradisi belajar dan budaya literasi. Menurutnya, kualitas keputusan hidup seseorang sangat ditentukan oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki.
“Banyak keputusan keliru lahir dari pengetahuan yang tidak memadai. Karena itu, belajar harus menjadi budaya, bukan sekadar kewajiban akademik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga berpesan agar mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan mencari uang melalui tenaga dan pikiran semata, tetapi juga mulai belajar mengelola dan mengembangkan aset. Aset, menurutnya, merupakan sumber ekonomi yang harus diberdayakan agar memberi manfaat jangka panjang dan berkelanjutan.
“Harapannya, mahasiswa UMNU Kebumen kelak menjadi insan yang muslih, membawa kemaslahatan bagi keluarga, masyarakat, agama, dan negara,” pungkasnya.
Sementara itu, sesi pembinaan dilanjutkan oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UMNU Kebumen, Renanti Lunadia Aprilia, yang menyampaikan materi teknis terkait hak, kewajiban, serta larangan bagi mahasiswa penerima Beasiswa KIP. Pembinaan ini bertujuan agar program KIP-Kuliah dapat berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















