PemerintahanReligi

Gelar Haflah Maulidurrosul SAW, Ratusan Santri Ponpes Al Hasani Ikuti Khotmil Kutub

1845
×

Gelar Haflah Maulidurrosul SAW, Ratusan Santri Ponpes Al Hasani Ikuti Khotmil Kutub

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Baetul Hasan, Komplek Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasani, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Minggu (21/9/2025). Mereka hadir dalam rangkaian Haflah Maulidurrosul SAW dan Khotmil Kutub yang berlangsung khidmat dan meriah.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Staf Ahli Bupati Kebumen Bidang Pemasyarakatan dan SDM, Mukhsinul Mubarok, S.Pd., M.Si yang mewakili Bupati Hj. Lilis Nuryani. Turut hadir pula Kepala Desa Jatimulyo Nurchamid, Forkopimcam Alian, para pengasuh Ponpes Al Hasani di antaranya Gus Fachrudin Annawawi, Gus Luqman Al-Hasani, Gus H. Asyhari Muhammad Al Hasani, Gus Fahmi Al-Hasani, serta KH. Johan Amru Al Hafidz (Pengasuh Ponpes Al Istiqomah Karangsari), wali santri, dan masyarakat sekitar.

Gus Luqman Hasan Al-Hasani dalam keterangannya menjelaskan, khataman kitab di Ponpes Al Hasani digelar rutin setiap dua tahun sekali. Tradisi ini bergantian dengan Khataman TPQ Desa Jatimulyo, sebagai wujud sinergi antara pesantren dan masyarakat.

“Seperti pesantren lainnya, kegiatan ini berisi khataman kitab-kitab yang diajarkan di pondok, mulai dari Jurmiyah, Imrithi, hingga Alfiyah. Tahun ini, sekitar 150 santri mengikuti Khotmil Qur’an. Bahkan ada santri jalanan yang rutin kami bimbing setiap malam Selasa dan malam Rabu untuk ikut mengaji di pesantren,” ungkapnya.

Suasana semakin khidmat ketika KH. Ali Qoishor Abdul Haq, Pengasuh Ponpes Darussalam Timur Watucongol, Muntilan, Magelang, menyampaikan tausiah penuh makna.

Sementara itu, Bupati Kebumen Hj. Lilis Nuryani melalui Staf Ahli Mukhsinul menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi adalah momentum untuk meneguhkan kembali kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

“Maulid Nabi adalah sarana untuk meneladani akhlak beliau yang penuh kasih, sabar, dan bijaksana. Sementara Khotmil Kutub memiliki makna mendalam, karena kitab klasik adalah warisan keilmuan Islam yang menjadi pondasi pendidikan pesantren. Dengan khatamnya kitab, para santri diharapkan mampu memahami teks sekaligus menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Mukhsinul juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kebumen terus berkomitmen membangun bidang keagamaan dan desa. Hingga September 2025, tercatat 160 desa telah berstatus desa mandiri, Dana Desa tersalur ke 359 desa, serta dana bagi hasil pajak dan retribusi telah disalurkan ke 449 desa.

“Semua keberhasilan ini bukan semata kerja pemerintah, melainkan hasil kebersamaan, kerja sama, dan gotong royong. Mari acara ini kita jadikan penguat iman, penyemangat beramal, dan tekad untuk terus berbuat baik. Dengan kebersamaan, kita wujudkan Kebumen Berdaya: Beriman, Maju, Sejahtera, dan Berbudaya,” pungkasnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.