KARANGANYAR, Kebumen24.com – Suasana Kota Karanganyar, Kebumen, mendadak semarak dan penuh kegembiraan pada Jumat siang (1/8/2025). Ribuan warga tumpah ruah ke jalan demi menyaksikan Kirab Budaya yang digelar oleh Padepokan Sehat Medika (SM). Acara ini digelar dalam rangka memperingati 50 tahun berdirinya Padepokan Sehat Medika 1, 48 tahun Padepokan SM 2, sekaligus merayakan ulang tahun ke-70 pendiri padepokan, Raden Suman Sri Husodo, atau yang akrab disapa Mbah Suman.
Kirab ini mengusung nuansa budaya Jawa yang kental, dimulai dari Padepokan SM 2 di Desa Jatiluhur, menuju Alun-Alun Karanganyar, melewati Pasar Karanganyar, dan kembali ke padepokan dengan total rute sejauh 7 kilometer. Arak-arakan diiringi alunan gamelan, tarian tradisional, dan gunungan hasil bumi serta pusaka budaya yang disakralkan.
Namun yang paling menyita perhatian adalah aksi Mbah Suman yang menebar uang receh kepada warga sepanjang jalan. Dengan senyum ramah dan karisma khasnya, ia membagikan uang logam pecahan Rp1.000 dan Rp500 kepada warga yang telah menanti sejak pagi. Total uang yang ditebar mencapai Rp15 juta, yang langsung disambut antusias dan sorak sorai warga.
“Saya datang dari desa sebelah sejak jam 8 pagi. Senang sekali bisa ikut acara seperti ini dan dapat uang dari Mbah Suman,” ujar Sri Wahyuni, salah satu warga yang ikut dalam kerumunan.
Kemeriahan memuncak saat kirab melewati kawasan Pasar Karanganyar. Di titik ini, masyarakat berebut gunungan hasil bumi yang terdiri atas palawija, buah, dan sayuran, sebagai simbol kemakmuran dan wujud rasa syukur kepada alam dan leluhur.
Acara ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Anggota DPRD Jateng Komisi E Faiz Alaudien Reza Mardhika, Sekda Edi Rianto, Kadisparbud Frans Haidar, Kepala BAPPEDA Bahrun Munawir, Forkopimcam Karanganyar, serta tokoh masyarakat dan pelestari budaya.
Dalam sambutannya, Bupati Lilis mengungkapkan rasa bangganya terhadap dedikasi Mbah Suman dalam menjaga nilai-nilai budaya dan spiritual.
“Kirab ini bukan sekadar seremoni, tapi ruang untuk meneguhkan kembali jati diri kita sebagai orang Jawa, sebagai masyarakat Kebumen yang punya akar budaya kuat,” tegasnya.
Lilis juga menilai Mbah Suman sebagai tokoh multitalenta, bukan hanya sebagai terapis spiritual, tetapi juga dalang, seniman, dan penjaga tradisi.
“Padepokan Sehat Medika bukan hanya tempat berobat, tapi rumah bagi harapan dan budaya. Ini yang harus kita jaga dan wariskan,” imbuhnya.
Menjelang peringatan 80 tahun kemerdekaan RI dan 396 tahun Kabupaten Kebumen, Lilis turut mengajak seluruh warga untuk menyemarakkan Agustusan dengan penuh semangat dan kebersamaan.
“Mari sukseskan lomba, tirakatan, karnaval, dan kibarkan Merah Putih di setiap rumah. Kita bangun semangat gotong royong demi Kebumen yang lebih baik,” tutupnya.(K24/ILHAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















