KEBUMEN, Kebumen24.com – Kepedulian nyata ditunjukkan jajaran kepolisian dari Polres Kebumen yang membantu seorang pelajar berprestasi, Dewi Ayu Fatimah, menjalani pengobatan di RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso, Jumat (17/4/2026).
Dewi dijemput langsung dari kediamannya di Kelurahan Tamanwinangun, Kecamatan Kebumen, menggunakan ambulans milik Sidokkes Polres Kebumen. Ia berangkat menuju Surakarta dengan didampingi keluarga yang setia mengawal proses pengobatannya.
Bantuan tersebut hadir di tengah kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas. Keterbatasan biaya dan sarana transportasi sempat menjadi kendala utama bagi Dewi untuk mendapatkan perawatan medis yang layak.
Di tengah situasi itu, kehadiran aparat kepolisian menjadi penopang harapan. Dewi dikenal sebagai pelajar berprestasi yang berhasil lolos seleksi dan memperoleh beasiswa pendidikan di SMK Negeri Jateng. Saat ini, ia duduk di bangku kelas dua.
Namun, perjuangannya harus tertunda sementara akibat infeksi pada tulang belakang yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif dan beristirahat total di rumah.
Perjalanan hidup Dewi juga penuh ujian. Sekitar tujuh tahun lalu, ia kehilangan sang ayah, Suroso. Sejak saat itu, ibunya, Siti Sumtianah, menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja membantu tetangga berjualan gorengan, dengan penghasilan yang terbatas. Dari tiga bersaudara, Dewi merupakan anak kedua yang menyimpan harapan besar bagi keluarganya.
Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, mengaku prihatin setelah menerima informasi terkait kondisi Dewi. Ia langsung memerintahkan Kepala Sidokkes untuk segera menjemput Dewi agar dapat menjalani pengobatan sesuai jadwal.
“Kami berharap Dewi segera mendapatkan penanganan terbaik dan bisa kembali sehat,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Sementara itu, kakak Dewi, Luqman Nul Hakim, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan Polres Kebumen, khususnya dalam penyediaan ambulans dan pendampingan tenaga kesehatan.
Ia berharap sang adik dapat segera pulih dan kembali melanjutkan pendidikan seperti sediakala. Luqman juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang berkenan membantu proses pengobatan Dewi.
Di tengah keterbatasan, kepedulian menjadi cahaya harapan—membuktikan bahwa gotong royong masih hidup dan hadir nyata di tengah masyarakat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















