Pemerintahan

Memanusiakan Manusia, Bupati Lilis Ajak Nenek Penjual Sayur Duduk Bareng Pejabat

1053
×

Memanusiakan Manusia, Bupati Lilis Ajak Nenek Penjual Sayur Duduk Bareng Pejabat

Sebarkan artikel ini
Bupati Kebumen Lilis Nuryani duduk berdampingan dengan Mbah Rusmiyah (90), pedagang sayur di Pasar Prembun, saat peluncuran aplikasi SIPKALI dan Program Selaras, Jumat (1/8/2025). Momen penuh kehangatan ini menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan rakyat kecil dalam membangkitkan pasar tradisional.

PREMBUN, Kebumen24.com – Sebuah momen haru dan penuh makna menyelimuti peluncuran aplikasi Sistem Informasi Pedagang Kaki Lima (SIPKALI) dan Program Sengkuyung Nglarisi Pasar (Selaras) di Pasar Prembun, Jumat (1/8/2025). Di tengah barisan para pejabat, tampak sosok sederhana duduk bersisian dengan Bupati Kebumen, Lilis Nuryani. Ia adalah Mbah Rusmiyah (90), seorang pedagang sayur yang telah puluhan tahun menggantungkan hidup di pasar tradisional tersebut.

Kebersamaan itu bukan sekadar simbol, tetapi cermin nyata dari semangat gotong royong antara pemerintah dan rakyat kecil untuk menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi pasar rakyat.

Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Edi Rianto, jajaran pimpinan OPD, Forkopimcam Prembun, perwakilan BUMN/BUMD, paguyuban pedagang pasar, serta masyarakat umum yang memadati lokasi kegiatan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan KUKM, Haryono Wahyudi, mengatakan bahwa Program Selaras merupakan upaya konkret untuk membangkitkan kembali pasar tradisional yang sempat terpuruk akibat tekanan ekonomi.

“Program ini mendorong ASN agar berbelanja produk lokal dan UMKM di pasar tradisional. Kita sudah sukses jalankan Selaras di Pasar Pagi saat Ramadan dan Pasar Tumenggungan. Kini kita hadirkan di Pasar Prembun,” ujarnya.

Selain itu, peluncuran aplikasi SIPKALI menjadi gebrakan digital Pemerintah Kabupaten Kebumen dalam menata para pedagang kaki lima (PKL) secara lebih tertib dan sistematis. Melalui aplikasi ini, setiap PKL akan memiliki identitas berupa QR code yang memuat data lengkap seperti nama, alamat, jenis dagangan, dan lokasi berjualan.

Inisiator SIPKALI, Rud Tomico El Umam, menjelaskan bahwa aplikasi ini memudahkan penanganan di lapangan.

“Petugas hanya perlu memindai QR code yang terpasang di gerobak atau ID card pedagang untuk mendapatkan informasi lengkap. Proses lebih cepat, data lebih akurat,” jelasnya.

Penerapan SIPKALI akan dimulai dari kawasan perkotaan yang telah ditetapkan sebagai zona PKL, termasuk 120 pedagang yang saat ini sudah terdata di area Alun-alun Kebumen.

Dalam sambutannya, Bupati Lilis Nuryani mengajak seluruh elemen untuk menjadikan pasar sebagai tempat yang bersih, tertib, dan ramah bagi semua kalangan.

“Gerakan Selaras ini adalah bentuk sengkuyung bareng – sinergi antara pemerintah, pedagang, pembeli, dan masyarakat. Mari kita hidupkan kembali semangat pasar tradisional dengan cara yang modern dan berkeadaban,” tegasnya.

Ia juga berharap SIPKALI bisa menjadi jembatan antara PKL dan berbagai program pemerintah, tanpa mengabaikan hak mereka untuk mencari nafkah.

“Penataan pasar bukan untuk menyingkirkan, tetapi untuk memberdayakan. Kebersihan dan ketertiban pasar adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Sebagai catatan, Pasar Prembun saat ini menampung sekitar 812 pedagang, yang terdiri dari 232 kios, 517 los, dan 62 pedagang lesehan.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.