PendidikanPERISTIWA

Ketua Umum JMSI: Inisiatif Peradaban Global Sejalan dengan Bhinneka Tunggal Ika

794
×

Ketua Umum JMSI: Inisiatif Peradaban Global Sejalan dengan Bhinneka Tunggal Ika

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa saat menyampaikan pandangannya dalam sesi “Inovasi Narasi Lintas Budaya dan Kewajiban Media” di ajang Belt and Road Journalists Forum, Ganzhou, Tiongkok, 18 Juli 2025. (Foto: Istimewa)

GANZHOU, TIONGKOK, Kebumen24.com – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, menegaskan bahwa Inisiatif Peradaban Global yang dicetuskan oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping memiliki keselarasan dengan prinsip dasar bangsa Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika.

Pernyataan tersebut disampaikan Teguh dalam forum internasional “Belt and Road Journalists Forum” yang digelar di Ganzhou, Provinsi Jiangxi, Tiongkok, Kamis, 18 Juli 2025. Dalam forum yang mengangkat tema “Inovasi Narasi Lintas Budaya dan Kewajiban Media di bawah Inisiatif Peradaban Global”, Teguh hadir sebagai pembicara bersama sejumlah tokoh media dunia. Sesi ini dipandu oleh Prof. Zheng Chanzhong, dengan narasumber utama Prof. Zhang Zebing.

Teguh menjelaskan bahwa semboyan nasional Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu, telah menjadi dasar kuat dalam menyatukan bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan sejarah.

“Indonesia dibangun dari ratusan kerajaan kuno di nusantara dan dipersatukan oleh pengalaman hidup di bawah penjajahan. Nasionalisme Indonesia tumbuh dari keterbukaan terhadap budaya dan peradaban yang telah ada,” ungkap Teguh.

Ia juga mencontohkan keberagaman budaya di tanah kelahirannya, Medan, yang memiliki komunitas Tionghoa besar dan berperan aktif dalam membentuk kekayaan budaya lokal.

Namun, Teguh menyampaikan keprihatinannya terhadap praktik jurnalistik saat ini yang mulai dipengaruhi oleh perspektif combative lens atau “kacamata tempur”. Perspektif ini, menurutnya, memicu pandangan bahwa perbedaan budaya dan bangsa harus diakhiri dengan dominasi satu pihak atas pihak lain.

“Kondisi ini diperparah oleh masifnya peran aktor media sosial yang tidak bertanggung jawab, yang mengambil alih ruang jurnalisme berkualitas,” tambahnya.

Untuk itu, Teguh mendorong media arus utama agar meningkatkan kapasitas dan kredibilitas, serta kembali pada prinsip jurnalistik yang berimbang dan membangun.

Di akhir sesi, Teguh mengajak para peserta forum untuk menjadikan jaringan jurnalis dunia seperti Belt and Road Journalists Network sebagai wadah memperkuat solidaritas global, membangun harmoni, dan saling menghormati keragaman peradaban.(k24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.