PURING, Kebumen24.com – Suasana Pantai Kembar, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, tampak berbeda pada Sabtu (30/5/2026). Ribuan anak usia dini mengenakan pakaian ihram putih dan mengikuti berbagai rangkaian simulasi ibadah haji dalam kegiatan Manasik PAUD se-Kecamatan Buayan.
Sebanyak 1.060 peserta yang berasal dari Satuan PAUD Sejenis (SPS), Kelompok Bermain (KB), dan Taman Kanak-kanak (TK) antusias mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman Sejak Dini Melalui Manasik Haji yang Ceria dan Bermakna.”
Kegiatan ini menjadi sarana edukatif bagi anak-anak untuk mengenal rukun Islam kelima melalui praktik sederhana yang disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan mereka. Dengan suasana yang menyenangkan, peserta diajak memahami makna ibadah haji sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini.
Ketua Pusat Kegiatan Gugus (PKG) PAUD Kecamatan Buayan, Yuni Astuti, S.Pd., menjelaskan bahwa manasik haji merupakan metode pembelajaran yang efektif untuk memperkenalkan ajaran Islam kepada anak-anak secara langsung.
“Kegiatan Manasik PAUD se-Kecamatan Buayan merupakan kegiatan edukatif yang mengenalkan tata cara ibadah haji kepada anak-anak usia dini melalui praktik sederhana yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan mereka. Anak-anak diajak mengenal berbagai rangkaian ibadah haji seperti memakai pakaian ihram, wukuf, tawaf, sa’i, dan melempar jumrah dengan suasana yang menyenangkan, edukatif, dan penuh nilai keagamaan,” ujarnya.
Menurut Yuni, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan tata cara ibadah haji, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter positif pada anak sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk memiliki sikap religius, disiplin, sabar, tertib, serta taat kepada Allah SWT. Selain itu, pembelajaran yang dikemas secara interaktif membuat peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti berbagai tahapan manasik haji mulai dari pembukaan, pengarahan, simulasi wukuf di Arafah, tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i antara Bukit Safa dan Marwah, melempar jumrah, hingga doa bersama sebagai penutup kegiatan.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang menyerupai prosesi ibadah haji yang sebenarnya, namun disajikan dengan pendekatan yang ramah anak sehingga mudah dipahami dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Yuni menambahkan bahwa pengenalan ibadah haji sejak usia dini sangat penting karena masa kanak-kanak merupakan periode emas dalam perkembangan karakter dan pembentukan nilai-nilai kehidupan.
“Melalui manasik haji, anak dapat mengenal ajaran Islam secara langsung, menumbuhkan kecintaan terhadap ibadah, serta membangun karakter positif yang akan menjadi bekal dalam kehidupannya kelak,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai bagian dari upaya membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman keagamaan yang kuat sejak dini.
Selain menjadi sarana pendidikan karakter, kegiatan tersebut juga mempererat sinergi antara lembaga PAUD, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Kami berharap kegiatan manasik haji ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi sarana pembentukan karakter religius bagi anak-anak. Semoga kegiatan ini juga semakin mempererat kerja sama antara lembaga PAUD, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak usia dini yang berakhlak mulia, cerdas, dan beriman,” pungkasnya.(k24/ilham).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















