SEJARAHWisata

Gang Sempit Jadi Lorong Waktu: Warga Dunia ‘Mudik Sejarah’ ke Prembun

1540
×

Gang Sempit Jadi Lorong Waktu: Warga Dunia ‘Mudik Sejarah’ ke Prembun

Sebarkan artikel ini

PREMBUN, Kebumen24.com – Siapa sangka, sebuah gang sempit di tengah Kota Prembun, Kabupaten Kebumen, mampu menyulap ingatan banyak orang menjadi nyata. Bukan sekadar jalur sempit biasa, tapi lorong waktu yang membawa siapa saja menelusuri kejayaan Prembun tempo dulu bahkan menggugah anak keturunan ekspatriat dari Belanda dan Australia untuk “pulang kampung”.

Kisah ini digerakkan oleh Komunitas Pusaka Prembun (KUPU) melalui sebuah kegiatan bertajuk “Tilik Gang Pabrik”. Dengan mural-mural sejarah, layar tancap, heritage walk, musik hidup, hingga bazar UMKM, gang yang biasanya senyap kini menjelma menjadi panggung hidup masa lalu dan masa depan.

“Dulu cuma lewat aja. Nggak tahu kalau gang ini punya sejarah sebesar itu,” ujar seorang warga sambil menggandeng anaknya menyusuri dinding penuh lukisan sejarah, Sabtu (31/5/2025).

Sebanyak 15 pelajar SMP ambil bagian menyulap dinding kusam menjadi kanvas berwarna-warni yang merekam sejarah. Mereka tak hanya berkarya, tapi juga dihargai. Pemerintah desa memberikan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan bagi generasi muda menjaga warisan budaya.

Namun yang paling menyentuh, adalah kehadiran para tamu istimewa dari Belanda dan Australia—anak cucu para pekerja dan ekspat pabrik gula era kolonial yang kembali mencari jejak leluhur mereka di kota kecil ini.

“Kami ingin gang ini jadi ikon sejarah dan destinasi budaya hidup,” ujar Cahyo Yoyok, penggerak KUPU. “Ini bukan hanya tentang nostalgia, tapi juga kebangkitan ekonomi lewat UMKM dan pariwisata sejarah.”

Dukungan juga datang dari Geopark Kebumen. Menurut General Manager Geopark, Sigit, kegiatan ini sejalan dengan misi geopark menyatukan potensi alam, budaya, dan manusia dalam satu harmoni pembangunan berkelanjutan.

Dari yang awalnya hanya “entung”, kini KUPU telah menjelma “kupu-kupu”. Mereka terbang rendah, menyentuh hati warga, menghidupkan kembali lorong-lorong kecil dengan ingatan besar membangkitkan Prembun sebagai kota yang tak sekadar dilalui, tapi layak disinggahi dalam perjalanan waktu.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.