Hukum

Pemuda di Pejagoan Jadi Korban Penganiayaan Saat Hadiri Tasyakuran

1563
×

Pemuda di Pejagoan Jadi Korban Penganiayaan Saat Hadiri Tasyakuran

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polres Kebumen berhasil mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang menimpa seorang pemuda di Desa Watulawang, Kecamatan Pejagoan, Kabupaten Kebumen.

Kejadian tersebut berlangsung pada Senin sore, 5 Mei 2025, sekitar pukul 18.30 WIB. Korban berinisial AL (24), seorang buruh harian warga desa setempat, menjadi sasaran pemukulan saat sedang menghadiri acara tasyakuran di rumah temannya.

Wakapolres Kebumen, Kompol Faris Budiman, menjelaskan bahwa pelaku berinisial SA (32), yang juga warga satu desa, secara tiba-tiba mendatangi korban dan langsung melayangkan pukulan ke pelipis kanan kepala korban menggunakan tangan kosong.

“Akibat pemukulan itu, korban mengalami luka di pelipis dan mimisan. Korban segera dilarikan ke RSUD Dr. Soedirman untuk mendapatkan perawatan medis dan kemudian melaporkan kejadian ke Polsek Pejagoan,” ujar Kompol Faris saat konferensi pers, Jumat 16 Mei 2025.

Dari hasil penyelidikan, motif penganiayaan diduga karena pelaku merasa tersinggung dan emosi terhadap korban. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu potong kaos merah putih bertuliskan NSR yang dikenakan korban serta surat Visum Et Repertum dari rumah sakit.

Proses hukum terhadap pelaku kini sedang berjalan. Satgas Gakkum telah melakukan berbagai tindakan, seperti gelar perkara, pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pelaku, serta penyitaan barang bukti sebagai bagian dari upaya penyidikan.

Kasus ini ditangani berdasarkan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, yang dapat dikenai ancaman hukuman pidana.

Polres Kebumen menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan dan aksi premanisme yang meresahkan masyarakat. Hal ini sejalan dengan program prioritas Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Operasi Penertiban Premanisme akan terus kami galakkan untuk memastikan wilayah Kebumen tetap kondusif dan mendukung terciptanya iklim sosial yang aman serta mendukung kemajuan perekonomian daerah,” pungkas Kompol Faris.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.