KEBUMEN, Kebumen24.com – Setelah diguyur hujan deras selama berjam-jam, banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Kebumen mulai surut. Ribuan warga yang sebelumnya mengungsi kini kembali ke rumah untuk membersihkan lumpur serta memperbaiki kerusakan yang ditinggalkan air bah.
Banjir yang melanda tujuh kecamatan ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Adimulyo menjadi daerah dengan dampak paling besar akibat jebolnya tanggul Sungai Karanganyar dan Sungai Kemit. Akibatnya, air meluap hingga ke permukiman warga, memaksa ratusan keluarga di Desa Panjatan, Kecamatan Karanganyar, serta Desa Arjosari, Kecamatan Adimulyo, untuk mengungsi demi keselamatan.
Dampak Parah, Warga Berharap Solusi Permanen
Suprapto, warga RT 04 RW 01 Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar, menceritakan bagaimana banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. “Hujan deras sejak kemarin sore menyebabkan tanggul Sungai Karanganyar jebol. Air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 19.00 WIB. Anak dan istri saya terpaksa mengungsi, sementara saya bertahan menjaga rumah. Air mulai surut sekitar pukul 01.00 WIB,” ungkapnya.
Ia menambahkan, banjir tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menyebabkan kerusakan parah. “Banyak peralatan elektronik rusak, dinding rumah retak, dan seluruh rumah penuh lumpur. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul yang jebol secara permanen agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” harapnya.
Sekolah Terdampak, Kegiatan Belajar Terhambat
Selain permukiman, fasilitas pendidikan juga tak luput dari dampak banjir. SDN 1 Panjatan Karanganyar menjadi salah satu sekolah yang terdampak parah. Kepala sekolah, Supriyati Tismoyowati, mengungkapkan bahwa ini adalah kejadian keenam kalinya sekolahnya dilanda banjir selama ia menjabat.
“Air masuk ke ruang kelas dan ruang guru, menyebabkan lantai sekolah dipenuhi lumpur. Kami sudah berupaya menyelamatkan berkas-berkas penting dengan menyimpannya di tempat yang lebih tinggi sehingga tidak ada dokumen yang rusak,” jelasnya.

Menurutnya, banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. “Biasanya air hanya setinggi 40 cm, sekarang mencapai 60 cm. Kami berharap ada tindakan lebih serius dari pemerintah, terutama dalam perbaikan tanggul yang jebol agar sekolah tidak terus-menerus terdampak,” tambahnya.
Upaya Pemulihan dan Koordinasi Bersama
Seiring dengan surutnya banjir, warga bersama petugas pemadam kebakaran, Koramil, serta relawan lainnya bergotong royong membersihkan rumah dan fasilitas umum yang terdampak. Tim gabungan juga terus memantau situasi untuk memastikan wilayah benar-benar aman sebelum seluruh warga kembali dari pengungsian.
Sementara itu, pemerintah daerah tengah melakukan pendataan untuk menilai kerugian dan langkah-langkah pemulihan yang perlu dilakukan. Diharapkan, perbaikan infrastruktur, termasuk pembangunan tanggul yang lebih kuat, dapat segera direalisasikan guna mencegah bencana serupa di masa mendatang.
Banjir boleh saja surut, namun dampaknya masih menyisakan pekerjaan besar bagi warga dan pemerintah untuk memastikan kehidupan kembali normal.(K24/ilham).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















