PemerintahanPERISTIWA

Tanggul Kali Karanganyar Jebol, Ribuan Warga Terdampak di Tengah Persiapan Lebaran

1617
×

Tanggul Kali Karanganyar Jebol, Ribuan Warga Terdampak di Tengah Persiapan Lebaran

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Tiga hari menjelang Hari Raya Idulfitri, ribuan warga Kebumen justru dihadapkan pada bencana banjir akibat jebolnya tanggul Kali Karanganyar di Kelurahan Panjatan, Kecamatan Karanganyar. Peristiwa ini mengulang kejadian serupa yang terjadi pada 10 November 2024 lalu.

Banjir yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) ini melumpuhkan sejumlah wilayah, terutama Desa Arjosari dan Desa Bonjok di Kecamatan Adimulyo serta Kelurahan Panjatan di Kecamatan Karanganyar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen mencatat sedikitnya 14 titik terdampak, dengan ribuan warga terpaksa mengungsi.

Bupati Tinjau Langsung Lokasi Bencana

Menanggapi kondisi darurat ini, Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Wakil Bupati Zaeni Miftah dan jajaran Forkopimda segera turun ke lapangan pada Sabtu (29/3/2025). Mereka meninjau dapur umum di Kecamatan Adimulyo, tempat pengungsian di SDN Bonjok dan gedung serbaguna Desa Arjosari, serta lokasi tanggul jebol di Kelurahan Panjatan.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut mantan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Reza Mardhika, Wakil Ketua DPRD Kebumen Khalisha Adelia Aziza, Dandim 0709 Kebumen Letkol Czi Ardianta, Wakapolres Kebumen Kompol Faris Budiman, serta jajaran instansi terkait, termasuk BPBD, PMI, Baznas, dan relawan kebencanaan.

“Kami sangat prihatin dengan kejadian ini. Pemerintah daerah akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu warga yang terdampak dan memastikan penanganan tanggul jebol ini segera dilakukan,” ujar Bupati Lilis Nuryani.

Ribuan Warga Terdampak, Tempat Pengungsian Disiapkan

Menurut data BPBD, di Desa Arjosari sebanyak 212 jiwa terdampak banjir, dengan sebagian mengungsi ke gedung serbaguna desa. Di Desa Bonjok, 8 kepala keluarga (KK) atau 18 jiwa mengungsi ke SD Negeri Bonjok, yang telah dilengkapi dengan matras, makanan, dan air bersih.

Sementara itu, di Kelurahan Panjatan, lokasi terparah akibat jebolnya tanggul Kali Karanganyar, sebanyak 185 KK atau 574 jiwa terdampak langsung. Lumpur dan air merendam rumah serta menutup akses jalan, membuat warga kesulitan beraktivitas.

Tanggul Jebol Lagi, Pemerintah Diminta Bertindak Cepat

Hujan lebat sejak Jumat sore hingga dini hari menyebabkan tanggul Sungai Kemit di Kelurahan Panjatan kembali jebol dengan dimensi 20 x 4 meter. Ini menjadi alarm serius bagi warga setempat, mengingat kejadian serupa sudah berulang kali terjadi.

Pemerintah Kabupaten Kebumen memastikan bahwa perbaikan tanggul ini telah masuk dalam perencanaan tahun 2025. Namun, Sekretaris Daerah Edi Rianto mengakui bahwa prosesnya masih terkendala efisiensi anggaran dan administrasi.

“Penanganan akan dilakukan bertahap sambil menunggu asesmen BPBD, apakah akan dibuat permanen atau dilakukan langkah darurat terlebih dahulu,” jelas Edi Rianto.

Di sela kunjungan, Pemkab Kebumen bersama Baznas dan PMI juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan kebutuhan pengungsi.

Banjir akibat jebolnya tanggul ini kembali menjadi ujian berat bagi warga Kebumen, terutama di saat mereka seharusnya bersiap menyambut Lebaran. Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang.(K24/ILHAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com