PemerintahanPendidikan

Soal Wacana Libur Sekolah Saat Ramadhan 2025, ini Penjelasan Pemerintah: ada 3 Skema!

1386
×

Soal Wacana Libur Sekolah Saat Ramadhan 2025, ini Penjelasan Pemerintah: ada 3 Skema!

Sebarkan artikel ini
Foto: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat ditemui wartawan usai Taklimat Media Kemendikdasmen di Kantor Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta, Selasa (31/12/2024). Pemerintah telah menyepakati keputusan mengenai libur siswa sekolah di bulan Ramadan. (Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi)

KEBUMEN, Kebumen24.com- Pemerintah telah menyepakati wacana meliburkan sekolah selama Ramadhan 1446 H atau 2025 Masehi. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, usai menghadiri Tanwir 1 Aisyiyah di Jakarta, Rabu 15 Januari 2025.

Menurutnya, keputusan final mengenai libur sekolah selama Ramadhan akan dituangkan dalam Surat Edaran (SE) bersama yang melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, serta Kementerian Dalam Negeri.

“Tunggu sampai surat edarannya keluar, mudah-mudahan dalam waktu singkat,” kata Abdul Mu’ti, dikutip dari Antara, melalui media Kompas.com, Jumat 17 Januari 2025.

Pemerintah saat ini sedang mempertimbangkan tiga skema libur sekolah selama Ramadhan, yaitu:

Skema Pertama: Sekolah libur penuh selama bulan Ramadhan. Kegiatan belajar-mengajar digantikan dengan aktivitas keagamaan.

Skema Kedua: Sekolah libur beberapa hari di awal atau tengah Ramadhan dan kembali aktif hingga menjelang Idul Fitri.

Skema Ketiga: Sekolah tetap aktif selama bulan Ramadhan dengan penyesuaian jadwal belajar.

Abdul Mu’ti menegaskan keputusan mengenai libur sekolah akan dibuat seragam untuk sekolah umum dan madrasah, guna menghindari kebingungan akibat perbedaan kebijakan. Ia juga menambahkan bahwa pengumuman resmi masih menunggu kepulangan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dari Tanah Suci.

“Tunggu sampai surat edarannya keluar ya. Mudah-mudahan dalam waktu singkat karena Pak Menteri Agama sedang dalam perjalanan dari Tanah Suci,” ujar Abdul Mu’ti.

Menanggapi wacana libur sekolah selama Ramadhan, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ahmad Suaedy, mengatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan komentar. Masalah ini akan dibahas lebih lanjut dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) yang akan digelar pada 5-7 Februari 2025.

“Ini belum ada pilihan (untuk menanggapi tiga opsi). Nanti tanggal 5 Februari akan ada Munas dan Konbes. Jadi ada berbagai masalah yang dibahas, termasuk hal ini (libur sekolah saat Ramadhan),” ungkap Ahmad, dikutip dari Kompas.com, Selasa (14/1/2025).

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyarankan agar libur Ramadhan digunakan sebagai momentum pembinaan budi pekerti masyarakat.(K24/*).

Sumber: Kompas.com


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.