KEBUMEN, Kebumen24.com — MTs Negeri 2 Kebumen menggelar latihan penyembelihan hewan kurban pada Jumat (29/5/2026) atau bertepatan dengan 11 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut menjadi sarana pembelajaran praktik bagi siswa dalam memahami tata cara kurban sesuai syariat Islam.
Dalam kegiatan itu, panitia menyembelih dua ekor sapi yang disaksikan langsung oleh seluruh siswa kelas VII dan VIII. Kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh antusiasme dari para siswa yang mengikuti setiap tahapan proses penyembelihan hewan kurban.
Latihan kurban tersebut merupakan implementasi materi fikih yang selama ini dipelajari di dalam kelas. Melalui praktik langsung, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengetahui tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar sesuai ajaran Islam.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala MTs Negeri 2 Kebumen, H. Nurhadi Jamal, S.Pd., dalam arahannya sebelum penyembelihan dimulai menegaskan pentingnya pembelajaran praktik keagamaan bagi siswa.
“Seluruh siswa kelas VII dan VIII harus mengetahui tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pendidikan agama sekaligus pembentukan karakter religius siswa,” ujarnya di hadapan para siswa.
Usai sambutan kepala madrasah, kegiatan dilanjutkan dengan kultum atau ceramah tujuh menit yang disampaikan oleh K.H. Mukhamim, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan berbagai ketentuan hewan kurban dalam Islam.
Menurutnya, seekor kambing diperuntukkan bagi satu orang, sedangkan sapi, kerbau, atau unta dapat digunakan untuk tujuh orang yang berkurban.
Ia juga menjelaskan syarat hewan yang layak dijadikan kurban, yakni harus sehat, tidak cacat, dan tidak sedang hamil. Meski hewan jantan lebih utama, namun jenis kelamin hewan tidak menjadi persoalan selama memenuhi syarat syariat.
Selain menjadi media pembelajaran agama, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan gotong royong kepada para siswa. Pengurus OSIS MTs Negeri 2 Kebumen turut ambil bagian dalam proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat sekitar.
Salah satu pengurus OSIS, Malika Alea Rohan, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, latihan kurban menjadi pengalaman berharga sekaligus pembelajaran sosial dan religius bagi siswa.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar tentang kurban, tetapi juga belajar bekerja sama dan berbagi dengan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana pembelajaran sekaligus penguatan nilai kebersamaan di lingkungan madrasah.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















