KEBUMEN, Kebumen24.com – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kebumen 2024, sejumlah tokoh dan masyarakat mulai ramai memperbincangkan siapa saja sosok yang bakal maju menjadi Calon Kandidat Bupati mupaun Wakil Bupati. Pilkada diharapkan bisa terpilih sosok pemimpin yang bisa membawa kemajuan daerah kedepannya.
Perlu diketahui, sebelumnya, sejumlah tokoh telah menyatakan diri siap untuk maju sebagai kandidat Calon Bupati. Ini mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Aktif hingga pengusaha dan ulama muda.
Berbeda halnya kali ini. Dimana, Rektor UMNU Kebumen Dr. Imam Satibi justru mengusulkan Ketua Tanfidz PCNU Kebumen KH. Dawamudin Masdar untuk maju sebagai kandidat Calon Wakil Bupati. Menurutnya, sosok Dawam memiliki peluang yang strategis, terlebih jika dipasangkan dengan kandidat yang sama sama dari NU dan telah memiliki pengalaman luas.
Satibi menyebut, magnet NU di masyarskat Kebumen masih sangat kuat. Apalagi jika didukung dengan kekuatan logistik dan elektabilitas yang populer.
‘’ Saya yakin Magnet NU mampu menjadi magnet elektoral. Kyai Dawam memiliki kapasitas yang sangat memadai apalagi dengan pengalaman politikya sejak zaman orde baru. Untuk itu pak Dawam layak diusulkan jadi Kandidat Cawabup di Pilkada nanti,’’ujar Satibi dalam rilisnya, Sabtu 27 April 2024.
Meski begitu, Imam Satibi menyadari bahwa NU bukanlah partai politik yang bisa mengusung bakal calon. Untuk itu dibutuhkan kerjasama dengan partai -partai yang dekat dengan NU.
Imam Satibi mengatakan, kontestasi elektoral pilkada menjadi peluang yang sangat strategis bagi Nahdlatul Ulama sebagai ormas keagaman tersebesar khususnya di Kebumen. Secara historis, hal ini telah dibuktikan dalam berbagai pengalaman pada Pilkada pilkada sebelumnya.
‘ Sudah saatnya NU Kebumen berfikir distribusi kader untuk kemaslahatan umat. Selama ini NU Kebumen telah banyak melakukan pendidikan kaderisasi secara terprogram yang melahirkan ratusan ribu kader baik yang diselenggarakan PCNU, MWC, Ranting, Lembaga, Banom maupun yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dibawah NU,’’imbuhnya.
Di uraikan, Program pendidikan kader seperti PDPKNU, PMKNU maupun kaderisasi melalui Banom telah terbukti efekti mamantik loyalitas dan progresivitas kader NU sebagai muharik. Jika pendidikan kader tidak diimbangi dengan distribusi kader tentunya akan jadi mandul.
‘’ Tentunya distribusi kader betsifat luas tidak hanya disektor politik dan pemerintah serta peluang peluang yang memberi kesempatan untuk berhitmat, lebih lebih yang menyangkut hajat hidup orang banya berbangsa dan bernegara.’’ucap Satibi.
Lebih jauh Satibi menili, selama ini NU Kebumen lebih banyak sebagai motor pendorong kandidat. Maka dari itu, sudah saatnya berani mendorong kader internal sendiri yang betul betul memiliki keperpihakan terhadap NU.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















