PemerintahanPERISTIWA

Simulasi Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Kebumen Libatkan 1.300 Warga

×

Simulasi Penanganan Bencana Gempa dan Tsunami di Kebumen Libatkan 1.300 Warga

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana, Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Simulasi Gempa dan Tsunami. Kegiatan digelar atas kerjasama dengan sejumlah pihak, salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen.

Simulasi berlangsung di lapangan Tumbak Keris Petanahan, Selasa, 31 Oktober 2023. Kegiatan diikuti sekitar 1300 warga, dari delapan desa di pesisir selatan seperti Desa Karanggadung, Petanahan, Karangrejo, Jogosimo, Tanggulangin, Tegalretno, Waluyorejo, dan Jladri.

Adapun unsur yang terlibat pada kegiatan simulasi ini yakni TNI, Polri, Basarnas, Pos Lanal, BPBD, PMI, Japan Red Cross Society (JRCS), OPD, BMKG, relawan dan potensi SAR. Kemudian dari unsur fasilitas kesehatan diikuti beberapa rumah sakit dan puskesmas, juga unsur satuan pendidikan dari tingkat sekolah dasar serta sekolah menengah pertama.

Dalam kegiatan ini, disimulasikan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 8,7 SR pukul 9.35 dengan kedalaman 10 kilometer. Maysrakat berhamburan melarikan diri untuk menyelematkan diri. Disitu terlihat bagaimana kesiapsiagaan seluruh fungsi mulai dari Basarnas, tenaga kesehatan, hingga keamanan teruji.

Pj. Sekda Kabupaten Kebumen Aden Andri Susilo mengatakan Wilayah Kabupaten Kebumen memiliki risiko bencana yang cukup tinggi, termasuk bencana gempa bumi, tsunami serta likuefaksi. Pasalnya Kebumen berada di pesisir selatan yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

Untuk itu, simulasi diharapkan masyarakat siap dan siaga ketika sewaktu waktu terjadi bencana. Dengan begitu bencana dapat diantisipasi.

”Jadi dengan simulasi ini diharapkan masyarakat lebih siap dan sigap dan bisa mengantisipasi ketika bencana sewaktu waktu terjadi. Karna Kebumen termasuk wilayah rawan akan bencana seperti gempa, tsunami, banjir, tanah longsor dan lainya’’ ujarnya.

Disisi lain, Aden mengatakan, berdasarkan data dari BMKG, Kebumen akan memasuki musim penghujan di awal Bulan November ini.  Menurutnya, biasanya banyak peristiwa alam yang tidak dinginkan. Untuk itu, masyarakat harus lebih siap dan waspada.

‘’ Menurut keterangan BMKG, awal November sudah akan memasuki musim penghujan, ini biasanya ada banyak kejadian seperti Angin puting beliung, hujan lebat, dan bisa saja tanah longsor, tapi ini tidak kita inginkan, jangan sampai terjadi. Meski begitu masyarakat harus tetap waspada,’’ucapnya.

Terkait musim kemarau panjang, Aden menjelaskan, untuk wilayah Kebumen ada sekitar 70 Desa di 18 Kecamatan yang terdampak mengalami kekeringan air. Pemkab telah berupaya melakukan Droping Air bersih di wilayah terdampak.

Sementara itu, Plh Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah Fajar memyampaikan apresiasinya dengan kegiatan simulasi ini. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh Kabupaten-Kabupaten lain, sebagai peningkatan kapsitas kesiap siagaan bencana.

‘’ Bencana ini menjadi urusan bersama, tidak bisa BPBD sendiri karna memang ada keterbatasan sumber daya baik personil maupun peralatan. Jadi kolaburasi ini memang harus di pacu dan harus ditingkatkan lagi semakin baik, kami sangat mensuport kegiatan-kegiatan ini dan kami selalu mendampingi. Semoga ini hanya latihan saja dan tidak ada terjadi bencana di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah.’’ujarnya.

Terpisah, Ketua PMI Kebumen Sabar Irianto menjelaskan bahwa kolaborasi antara PMI Kebumen dengan Palang Merah Jepang/JRCS (Japan Red Cross Society) telah berlangsung selama kurang lebih 4 tahun untuk membina dan mengedukasi masyarakat di pesisir Kebumen. Utamanya dalam kesiap siagaan bencana seperti gempa dan Tsunami.

“Maka sekarang saatnya disimulasikan. Apakah mereka siap atau tidak. Dengan adanya simulasi ini, nanti akan bisa dievaluasi. Kira-kira masyarakat Kebumen khususnya di pesisir, seberapa jauh kemampuannya untuk mengurangi risiko bencana,”jelas Sabar.

Mengenai Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), pihaknya merasa yakin bahwa Sibat sudah memahami dan bisa dalam merespon ketika terjadi bencana.(K24/ALAM).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.