OpiniPolitik

Bacaleg Kebumen Nur Laela Beberkan Alasan Pindah Parpol hingga Lapor Polisi

1218
×

Bacaleg Kebumen Nur Laela Beberkan Alasan Pindah Parpol hingga Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com –  Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) dari Partai Golkar, Nur Laela secara terang terangan membeberkan alasan pindah Partai dari Gerindra. Termasuk hingga lapor ke Polisi atas dugaan pencatutan namanya, dalam SK kepengurusan Partai Gerindra Kebumen yang baru pimpinan Solatun.

Nur Laela menuturkan awal mula ia mengundurkan diri dari Partai Gerindra. Saat itu ada seseorang yang menjanjikan akan melakukan PAW terhadap jabatan Agung Prabowo sebagai Wakil Ketua DPRD Kebumen. Kemudian ia diminta harus menyiapkan dana kurang lebih sebesar Rp250jt sebagai ganti operasional dan konpensasi.

‘’ Jadi awalnya ada seseorang yang memberikan angin surga dan selalu menyatakan serta memastikan kalau Agung Prabowo di PAW. Maka uang yang diminta sebesar 250 juta saya siapkan cash.’’terangnya melalui Rilisnya, Jumat 12 Mei 2023.

Tak hanya itu, kepada Nur Laela orang tersebut mengaku telah memiliki bukti bahwa Agung Prabowo pasti akan di PAW. Dimana seluruh Berkas kasus Agung Prabowo katanya sudah dimasukan dan dilaporkan di Kejaksaan Negeri Kebumen.

Namun, seiring waktu apa yang dijanjikan ternyata tidak Terbukti dan Bahkan Agung Prabowo mendapatkan Piagam Penghargaan dari Bupati karena dalam masa kepengurusannya justru mendapatkan Predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) Empat kali berturut-turut.

‘’Orang itu kecewa karna usahanya untuk mendongkel Posisi Agung Prabowo sebagai Pimpinan Anggota Dewan sekaligus sebagai Ketua DPC Gerindra Kebumen tidak berhasil. Kemudian ia melakukan upaya-upaya pembunuhan karakter terhadap Agung Prabowo dengan selalu memberikan dan menceritakan hal-hal buruk tentang Agung,baik cerita yang bersifat pribadi maupun yang bersifat kedinasan dengan narasi-narasi yang negatif,’’imbuhnya.

Nur Laela menceritakan, orang itu selenjutnya melakukan penyusunan Kepengurusan Struktur Baru DPC kebumen dan diajukan ke DPD Gerindra Jateng. Namun belum juga menuai hasil sehingga ia semakin merasa Kecewa.

‘’Kemudian ia mengajak, memprovokaasi dan seolah memberi harapan serta janji surga kepada saya yang pada akhirnya saya tergiur dan mengikuti arahan dan keputusannya untuk pindah Partai.’’katanya.

Setelah itu, Nur Laela mengikuti keputusan pindah Partai pada bulan Agustus 2022 yang lalu. Bahkan ia juga memutuskan untuk Maju menjadi Bacaleg GOLKAR sesuai  yang sudah dijanjikan orang tersebut. Yakni akan mendapat nomer urut 2 di Golkar.

‘’ Tapi setelah itu, tiba-tiba pada sekitar bulan Ferbruari muncul SK baru Gerindra Kebumen dan disitu tercantum nama saya padahal belum pernah sekalipun ada konfirmasi kesediaan dan kesiapan saya untuk menjadi Pengurus Gerindra Versi Ketua Solatun baik secara lisan maupun tulisan.’’ungkapnya.

Atas munculnya nama saya dalam SK baru itu, ia ditegur dan dikalrifikasi oleh Ketua Golkar Hj. Halimah Nurhayati. Kemudian ia berberdiskusi dan berembug dengan keluarga dalam menyikapi munculnya namanya dalam Struktur DPC Gerindra.

‘’ Karena secara jelas dan legal saya sudah bukan lagi kader Gerindra, karena sudah mengundurkan diri dari keanggotaan Gerindra pada Hari Selasa Tanggal 16 Agustus 2022 dan masuk secara resmi ke Partai Golkar serta sekarang sudah mendaftarkan diri sebagai Bacaleg Partai GOLKAR.’’tegasnya.

Atas keputusan bersama keluarga dalam menyikapi pencatutan nama dan data pribadi oleh oknum atau yang sekarang menjadi Elit Gerindra tersebut, ia pun meminta kepada admin bernama Masruri agar mencoret namanya dari jajaran structural DPC Gerindra.

‘’Tapi setelah admin saya diperntahkan melakukan klarifikasi dan agar menghapus nama saya dalam kepengurusan tersebut jawaban dari Admin saya “ora papa yu wong Gerindra admine juga aku dadi tenag bae ora usah dipikir”,selanjutnya saya tetap memrintahkan Masuri agar melakukan klarifikasi kepada Solatun dan orang itu. namun jawabanya sangat menyepelekan saya “ben bae ora usah dicoret, ora usah mundur engko tek goletna KTP sing jenengane pada karo Nur Laela,’’urai Nur Laela.

Mendasari jawaban tersebut, Pihaknya langsung berfikir dan menduga duga jangan-jangan semua dokumen data relawan serta pendukungnya  sejumlah kurang lebih 1.000 orang yang sudah by Name by Adres dan By Phone digunakan juga untuk melengkapi struktur ranting. Dimungkinkan juga digunakan untuk melengkapi kepengurusan dipartai Gerindra.

‘’ Ini mendasar pada sikap dan prilaku admin pasca keluarnya SK baru versi Solatun mulai berubah, sekarang Masruri malah ikut membantu secara total orang itu dalam penjaringan dan seleksi Bacaleg Gerindra sehingga setiap kali saya telpon dan saya datangi rumahnya selalu alasan tidak dirumah dan masih dibeberapa tempat karena lagi prospek dan seleksi Bacaleg Gerindra.’’paparnya.

Untuk itu, atas kesadaran pribadi dan keputusan keluarga Ia pun akhirnya melaporkan secara Resmi ke aparat penegak hukum. Dalam hal Kepolisian Republik Indonesia Resort Kebumen atas dugaan pencatutan dan penggunaan data Pribadi.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com