KEBUMEN, Kebumen24.com – Program Studi Kebidanan Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Gombong, memberikan pelatihan penanganan kasus kegawatdaruratan. Kegiatan digelar bekersama sama dengan Tim Kelompok Kerja Kegawatdaruratan (POKJADAR) Desa Madureso Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa atau 13 – 14 Februari 2023. Pelatihan melibatkan 4 orang mahasiswa Prodi Kebidanan Program Sarjana.
Ketua pengabdian Dyah Puji Astuti.,S.SiT.,M.P.H menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Riset Muhammadiyah Batch VI Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ini dilakukan sebagai bentuk Pengabdian kepada masyarakat dan sekaligus upaya pencegahan terjadinya kasus kegawatdaruratan.
Kegiatan diawali dengan Sosialisasi dan Edukasi, Pembentukan TIM POKJADAR, hingga Pelatihan dan Simulasi serta Praktik Lapangan. Termasuk dilakukan pre dan post test sebagai upaya mengevaluasi bidang pengetahuan tim Pokjadar.
‘’ Ini juga untuk meningkatkan Pengetahuan dan Skill warga dalam penatalaksanan awal kasus kegawatdaruratan,’’ujarnya.
Selain itu, Pembentukan TIM POKJADAR ini juga melibatkan perwakilan masyarakat, kader kesehatan, dan Bidan Desa. Dengan harapan TIM POKJADAR akan terus menjalankan peran dan fungsinya secara berkelanjutan.
‘’ Harapanya setelah terbentuk TIM POKJADAR tidak terjadi lagi salah penanganan dalam kondisi kegawatdaruratan yang berakibat pada kematian seseorang,’’imbuhnya.
Adapun sosialisasi dan edukasi disampaikan mengenai Bantuan Hidup Dasar. Kemudian mengenai Penjelasan Buku Saku Penanggulangan Gawat Darurat Bagi Kader secara umum. Utamanya mengenai pertolongan kejang pada anak dan pertolongan kasus Syok dan Perdarahan.
‘’ Dalam kegiatan ini tidak hanya materi, tapi juga praktek langsung. Peserta dituntut untuk sigap mengenali setiap tanda dan melakukan pertolongan secara optimal.’’tambah Dyah Puji Astuti.
Dyah mengatakan, praktik lapangan di maksud agar peserta memperoleh pengetahuan yang baik dengan skill secara langsung. Dengan begitu akan terbentuk TIM POKJADAR yang siap dan tanggap dalam menghadapi kasus kegawatdaruratan.
‘’ Praktik dilakukan dengan seting korban mengalami kecelakaan pada bagian kaki kakan, jari telunjuk kanan mengalami perdarhan, bahu kiri mengalami kondisi patah tulang dan pasien dalam kondisi syok. TIM POKJADAR diajarkan cara mengatasi kondisi sesuai kasus dan melakukan praktik evakuasi korban secara tepat.’’katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Madureso, Yatin menyambut baik kegiatan ini. Ia berharap Tim Pokjadar di setiap RW nantinya bisa melaksanakan tugasnya dengan optimal.
‘’ Tentu kami menyambut baik dan ini akan sangat bermanfaat terutama dalam pertolongan kasus kegawatdaruatan yang dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.’’ujarnya.(k24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















