KomunitasPemerintahanPendidikanPERISTIWASENISENI BUDAYASOSIAL

Lomba Kuda Kepang Meriahkan Festival Seni Budaya Desa Seboro

2080
×

Lomba Kuda Kepang Meriahkan Festival Seni Budaya Desa Seboro

Sebarkan artikel ini

SADANG, Kebumen24.com – Dalam rangka menyambut tahun baru islam 1444 H dan HUT RI ke 77, masyarakat Desa Seboro, Kecamatan Sadang menggelar festival budaya. Kegiatan menampilkan berbagai kesenian di Desa Seboro Kecamatan Sadang, salah satunya Kuda Kepang.

Acara berlangsung empat hari, mulai 30 Juli 2022 hingga 2 Agustus 2022, di kawasan wisata Embung Selo Asri Desa Seboro. Kegiatan diikuti oleh 35 grup kesenian yang ada di Desa Seboro diantaranya kuda kepang, jamjaneng, gambus hingga cepetan.

Ketua Panitia Suryanto menjelaskan kegiatan ini bertujuan sebagai ajang pameran seni budaya di Desa Seboro. Termasuk untuk melestarikan budaya lokal warisan leluhur.

“Di Desa Seboro ada banyak sekali kesenian, jumlah nya ada 35 grup dari berbagai jenis kesenian. Diantaranya ada kuda kepang, jamjaneng, hadroh, rebana, jidur, gambus dan cepetan dan lainnya. Salah satu tujuan digelar acara ini yaitu untuk melestarikan budaya warisan nenek moyang kita serta untuk menggairahkan kembali khususnya kepada generasi yang akan datang.” ucapnya.

Suryanto menambahkan, kegiatan ini juga untuk mempromisikan potensi Desa Seboro kepada masyarakat. Menurutnya, Desa Seboro memiliki Potensi yang cukup banyak, salah satunya yaitu Kawasan Geowisata Watukelir, dimana ini sebagai batuan dasar samudra untuk sarana edukasi.

“Potensi di desa seboro banyak sekali selain pertanian ada juga obyek wisata embung selo asri, kemudian ada perkebunan kelenkeng. Di desa seboro juga terdapat batuan dasar samudra yang ditempat lain tidak ada itu namanya watu kelir, biasanya untuk kunjungan penelitian dari berbagai daerah. Jadi jika ingin melihat dasar samudra tidak perlu pergi jauh-jauh untuk menyelam, cukup datang ke Desa Seboro ke Geowisata Watu Kelir di Desa Seboro.” imbuhnya.

Sementara itu, Suwaryo, salah satu peserta dari grup kesenian kuda kepang Bangkit Budaya mengaku sangat senang mengikuti kegiatan ini. Ia berharap ini bisa menjadi ajang pameran budaya yang perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tidak musnah ditelan majunya jaman.

“Kegiatan ini baik sekali untuk menunjukan bahwa di Desa Seboro banyak sekali seni budayanya masing-masing dukuh ada. Selain itu juga untuk melestarikan kesenian dari nenek moyang kita. Kebetulan kesenian saya grup bangkit budaya paling tua se Desa Seboro dan mungkin juga se kecamatan, ini warisan dari nenek moyang saya dari jaman dulu sampai sekarang masih terjaga.” ucapnya. (K24/Ilham).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.