PemerintahanPERISTIWA

Terdampak Banjir, Ribuan Warga Kedungweru Mengungsi, Bupati Tinjau Lokasi

1049
×

Terdampak Banjir, Ribuan Warga Kedungweru Mengungsi, Bupati Tinjau Lokasi

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com  – Untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir mendapat penanganan yang baik, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak. Salah satunya pengungsian di Balai Desa Kedungweru Kecamatan Ayah. Setidaknya tak kurang dari 1292 warga yang mengungsii disitu.

Peninjauan dilakukan bersama Jajaran Forkopimda, dan sejumlah OPD terkait dilingkungan Pemkab Kebumen, Selasa 15 Maret 2022. Turut hadir ketua TP PKK Kebumen Iin Windarti Sugiyanto.

Dalam peninjauannya, Bupati menyempatkan diskusi dengan para korban dan sekaligus memberikan semangat kepada mereka agar bersabar menerima musibah banjir ini. Termasuk memastikan bantuan bantuan yang telah diterima para korban. Mulai dari obat obatan, hingga makanan dan perlengkapan lainya.

Bupati mengatakan, Kecamatan Ayah menjadi wilayah yang paling parah di Kebumen. Khusus di Desa Kedungweru terdadapat 360 rumah yang terendam banjir dengan ketinggian air sekitar 1 meter.

Kemudian Rowokele, Adimulyo, dan juga Prembun. Bupati meminta masyarakat untuk siap siaga.

“Kita ingin memastikan penanganan kebencanaan banjir ini tertangani dengan cepat. Alhamdulillah, semua warga yang terdampak sudah dievakuasi di tempat pengungsian. Ada beberapa kecamatan yang terdampak parah seperti Ayah, Rowokele dan Prembun,” kata Bupati.

Berdasarkan laporan yang diterima, Bupati menyebut semua warga yang terdampak banjir di Kebumen sudah dievakuasi. Mereka diungsingkan karena rumahnya terendam air.

“Kebutuhan untuk para pengungsi sudah kita siapkan, dari obat-obatan, makanan dan juga peralatan kebersihan. Semua unsur pemerintah juga kita libatkan dalam penanganan ini, baik itu Dinkes, Dinsos, BPBD yang sudah sejak dini hari bertugas di lapangan bersama PMI, TNI dan Polri, serta para relawan kemanusian yang juga terlibat,” terangnya.

Bupati menyebut ada satu orang korban meninggal dunia, yakni anak umur 4 tahun di desa Arjosari, Adimulyo. Kemudian banyak barang-barang milik warga yang tidak bisa dipakai karena banjir. Kemudian hewan ternak, dan hasil pertanian seperti padi dan tanaman sayuran lainnya.

Untuk padi yang sudah panen dan masih ada di sawah bupati meminta untuk diselamatkan di RMU atau tempat pengilingan dan pengeringan padi modern di Kutowinangun. Pihaknya juga sudah meminta RMU untuk memfasilitasi semua petani padi yang terkena dampak banjir agar hasil panennya bisa diselamatkan dengan dikeringkan.

“Nanti Disperindag akan mendata para petani yang padinya basah karena banjir baik yang sudah panen ataupun yang masih di sawah agar bisa diselamatkan di RMU untuk dikeringkan. Pihak RMU juga sudah kami hubungi mereka siap memfasilitasi bahkan bisa dijual di situ,” terangnya.

Selain itu, Bupati juga sudah memerintahkan tiap-tiap camat untuk membuat posko penanganan. Ini sebagai pusat koordinasi dan pusat penanganan bantuan.

“Ini statusnya sudah darurat karena hampir semua wilayah di Kebumen terendam banjir,” jelas Bupati.

Sementara itu, Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama dan Komandan Kodim 0709 Kebumen Letkol Inf Eduar Hendri menyatakan siap mengerahkan pasukannya untuk dilibatkan dalam penanganan kebencanaan. Pihaknya meminta anggotanya aktif turut serta membantu warga yang terdampak musibah terutama banjir.

Berdasarkan data BPBD Kebumen setidaknya ada 18 kecamatan dan 51 desa yang terdampak banjir, yakni  Kecamatan Ayah, Rowokele, Buayan, Kuwarasan, Gombong, Adimulyo, Karanganyar, Puring, Klirong, Alian, Pejagoan, Kebumen, Sruweng, Petanahan, Prembun, Kutowinangun, Ambal dan Mirit.

Seperti diketahui hujan deras terjadi di Kebumen pada Senin malam hingga Selasa Pagi. Akibatnya sejumlah kecamatan di Kebumen terendam banjir. Bahkan, ada jembatan yang rubuh, serta longsor dan pohon tumbang.(k24)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.