KEBUMEN, Kebumen24.com – Satu minggu diterjang banjir, sebagian desa di wilayah Kabupaten Kebumen masih terendam genangan banjir. Belum lagi, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat debit air kembali meningkat saat hujan turun.
Seperti halnya di Desa Kedungweru Kecamatan Ayah, Senin 21 Maret 2022. Banjir masih menggenang di permukiman warga dengan ketinggian hingga 1 meter. Akibatnya sekitar 360 warga desa setempat masih bertahan di pengungsian selama lebih dari satu minggu.
Sementara untuk mengamankan harta benda mereka tidak jarang warga harus menerobos genangan banjir saat siang hari dengan menggunakan rakit yang dibuat dari pohon pisang.
Berdasarkan data di BPBD Kabupaten Kebumen, masih tercatat sedikitnya ada 2431 jiwa yang terdampak banjir dan bertahan dipengungsian. Mereka berasal dari 5 Desa yakni Desa Kedungweru, Desa Candirenggo, Desa Bulurejo, Desa Mangunweni dan Desa Demangsari yang tersebar di 24 titik posko pengungsian.
Tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga sekitar. Banjir juga mengakibatkan kerugian pada lahan pertanian mereka karena terendam dan perabotan rumah tangga yang banyak hilang terbawa banjir.
Menurut keterangan Kepala Desa Kedungweru Ari Sumiarto mengatakam, banjir masih tergenang di 9 RT. Untuk itu sebagian warga masih memilih mengungsi.
” Sudah 7 hari satu mingguan, jumlah pengungsi sekitar 360 dan yang masih terdampak ada 9 RT 2 RW Karena RW 1 dan RW 2 itu jadi 9 RT, Alhamdulillah nggak ada kendala kondusif cuma gatel gatel lumrah lah nggeh, batuk batuk itu satu dua aja yang kena”
Sementara itu, salah satu warga, Desa Kedungweru Samijo menuturkan, akibat banjir tanaman padinya rusak. Termasuk barang perabot rumah tangga.
” Kalo kerugian ya cuman padi cuman basah aja paling lemari yang mengalami kerusakan sama sepeda karena terendam sih”ungkapnya.(k24/imam)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















