KLIRONG, Kebumen24.com,- Lebah Klanceng dikenal dengan lebah mini yang menghasilkan madu. Bahkan dipercaya memiliki khasiat bagi kesehatan, sehingga madu yang dihasilkan harganya pun cukup mahal.
Berawal dari melihat adanya lebah klanceng yang berada disekitar rumah, Ali Imron warga Desa Bumiharjo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen sukses budidayakan madu klanceng. Kini diriya memiliki ratusan kotak koloni lebah Klanceng yang dikembangkan sebagai penghasil madu disekitar pekarangan rumahnya.
” Awalnya si melihat banyak lebah Klanceng yang bersarang di sekitar rumah,” Ucapnya saat ditemui jum’at, 14 Januari 2022.
Ali imron mengaku sudah menekuni budidaya lebah klanceng ini sejak dua tahun lalu, dan dalam setiap bulannya budidayanya mampu menghasilkan 20 Kilogram madu, tergantung cuaca dan vegetasinya. Menurutnya, masa yang produktif ketika musim kemarau dibadingkan ketika musim penghujan.
Ditempat budidayanya ini ada 4 jenis lebah klanceng yang diahsilkan madu yakni, jenis lebah Trigona, Lebah Crana, Lebah Apismelivera. Dan yang paling banyak di budidayakan Trigona. Setiap kali panen ditempatnya ini dapat menghasilkan 20 kilogram dengan harga per Kilogramnya 350 ribu rupiah. Sementara untuk pemasarannya saat ini sudah mencapai seluruh Indonesia.
” Kalo pemasaran saya dibantu oleh istri selain juga melayani pemasaran madu dari rumah dan dijamin jenis madu yang dijual disini jenis madu murni, karena kan jelas asal usulnya dari hasil budidaya,” Ujarnya.
Sementara itu Kepala Desa Bumiharjo Aris Hargiantara mengatakan, sangat mendukung terhadap warganya yang mengembangkan ternak lebah madu klanceng. Harapanya ini menjadi edukasi bagi warga yang lain dan desa bumiharjo dapat menjadi sentra pengembangan madu klanceng dikebumen.
” Harapannya, budidaya lebah Klanceng ini bisa terus berkembang, dan bisa dicontoh oleh warga lain,” Katanya.(k24).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















