ReligiSOSIAL

Gelar Baksos, Santri Gayeng Nusantara Kebumen Bagikan 1000 Al Quran dan Donor Darah

×

Gelar Baksos, Santri Gayeng Nusantara Kebumen Bagikan 1000 Al Quran dan Donor Darah

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com – Pembagian 1.000 Kitab Suci Al Quran dan Donor darah menandai acara bakti sosial yang digelar Santri Gayeng Nusantara Kebumen. Termasuk pembagian 50 ekor ayam untuk masyarakat dan Donor darah.

Acara dihadiri langsung oleh Panglima Santri Gayeng Nusantara KH Taj Yasin Maimoen yang sekaligus Wakil Gubernur Jawa Tengah, di Masjid Al Ikhsan Kalirejo Kebumen, Minggu 10 Oktober 2021. Hadir Pula Ketua Santri Gayeng Nusantara Kebumen KH Muhamamd Khayun, Ketua I Santri Gayeng Nusantara Kebumen Gus Fachrudin Achmad Nawawi serta para pengurus lainya.

Gus Taj Yasin menyampakan Santri Gayeng memang harus bergerak di bidang Sosial, Pendidikan dan Kesehatan. Semua kegiatan murni dilaksanakan secara sosial tanpa ada keterkaitan dengan politik. Ia meminta agar Santri Gayeng Nusantara dapat merangkul semua kalangan santri.

‘’ Saya sangat mengaprasiasi karna Kegiatan ini murni bakti sosial tentunya sangat bermanfaat untuk masyarakat.’’ucapnya.

Sementara itu, Ketua Santri Gayeng Nusantara Kebumen KH Muhamamd Khayun menyampikan pihaknya siap menerima perintah dari Panglima Santri Gayeng. Terutama bergerak di bidang sosial, pendidikan dan kesehatan.

“Kami siap selalu menjalankan perintah Panglima,” katanya.

Hal senada diutarakan Ketua I Santri Gayeng Nusantara Kebumen Gus Fachrudin Achmad Nawawi. Dimana ia menyampaikan dari bidang gerak Santri Gayeng Nusantara yakni sosial, pendidikan dan kesehatan tentunya nanti dapat memunculkan beragam program.

Semisal di bidang sosial, tentunya meliputi program kepemudaan, agama, olahraga dan lainnya. Bidang pendidikan meliputi pengetahuan, keterampilan, pelatihan hingga penelitian. Sedangkan bidang kesehatan seperti pola hidup sehat,  kecukupan gizi dan lain sebagainya.

 “Kita akan melakukan secara bertahap step by step. Semua program dilaksanakan murni sosial tanpa ada keterkaitan dengan politik,” tegasnya.

Gus Fachrudin yang sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasani Jatimulyo Alian itu menegaskan komunitas santri harus mampu merambah keberbagai bidang. Sehingga ruang gerak santri tidak melulu pada persoalan agama saja, namun juga bidang lainya.

“Meski tidak melulu pada persoalan agama namun semua gerakan harus dilandasi dengan agama. Kita adalah santri,”imbuhnya.(K24/*).


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.