KEBUMEN, Kebumen24.com – Tradha Foundation kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kebumen melalui program Beasiswa Tradha 2026. Komitmen tersebut ditandai dengan digelarnya Inagurasi dan Talkshow Beasiswa Tradha 2026 di Ballroom Hotel Grand Kolopaking, Sabtu (15/8/2026).
Mengusung tema “Menyiapkan Generasi Emas Kebumen yang Berdaya & Berdampak”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pemberian beasiswa, tetapi juga ruang pembekalan bagi generasi muda agar memiliki kesiapan menghadapi tantangan pendidikan, dunia kerja, sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi daerah.
Ratusan anak muda Kebumen mengikuti kegiatan yang dikemas dalam dua sesi utama, yakni Parentalk dan Youthtalk.
Pada sesi Parentalk, pembahasan difokuskan pada peran keluarga dalam mendukung perjalanan pendidikan dan karier anak. Sesi tersebut menghadirkan psikolog Yulaida bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kebumen, Khalisha Adelia Aziza, S.E., B.Sc., M.Sc., yang juga merupakan Direktur Tradha Foundation.
Sementara sesi Youthtalk mengangkat tema “Muda, Berdaya, dan Berdampak untuk Kebumen”. Diskusi interaktif menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Faiz Alauddien Reza Mardhika, CEO Tradha Group sekaligus founder Ascendia Disability Center, serta seniman visual Putra Akbar Wahyu Hidayat, S.Ds.
Diskusi tersebut mendorong para pelajar dan mahasiswa untuk berani mengembangkan potensi, membangun kemandirian, memperluas jejaring, serta menciptakan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.
10 Mahasiswa Terpilih Beasiswa Tradha Batch 6
Pada Batch 6, sebanyak 10 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi ternama berhasil mendapatkan Beasiswa Tradha Foundation. Mereka adalah:
- Valda Anabela – Universitas Sebelas Maret (PSDKU), Informatika.
- Melia Fatika Sari – Universitas Jenderal Soedirman, Administrasi Publik.
- Dhea Alesya Alvaretta – Universitas Diponegoro, Agribisnis.
- Ligar Amellea Razuanur – Universitas Sebelas Maret, Ilmu Administrasi Negara.
- Verlyta Eyleen Agatha – Universitas Negeri Yogyakarta, Pendidikan IPA.
- Hanifa Agustina Putri – Universitas Negeri Semarang, PG PAUD.
- Umi Nur Ajizah – Universitas Negeri Semarang, Ilmu Hukum.
- Dimas Yusuf Darmawan – Universitas Sebelas Maret, Pendidikan Fisika.
- Karina Purna Ayunida – Universitas Sebelas Maret (PSDKU), Informatika.
- Ela Lailatus Sangadah – Universitas Diponegoro, Teknik PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota).
Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada dukungan biaya pendidikan. Para penerima beasiswa juga diarahkan untuk mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, kepemimpinan, serta membangun jejaring positif.
Salah satu penerima, Ligar Amellea Razuanur, mahasiswi S1 Ilmu Administrasi Negara PSDKU Kebumen UNS, mengaku bersyukur dapat menjadi bagian dari Tradha Foundation.
Menurutnya, program tersebut memberikan lebih dari sekadar dukungan pendidikan karena turut membuka ruang bagi penerima beasiswa untuk belajar dan berkembang melalui berbagai kegiatan.
“Beasiswa ini bukan hanya memberikan dukungan dalam perjalanan pendidikan, tetapi juga menjadi ruang bagi saya untuk belajar, berkembang, dan memperluas jejaring melalui berbagai kegiatan seperti Youth Leadership Camp, Tradha Leadership Class, hingga audiensi,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dimas Yusuf Darmawan, mahasiswa S1 Pendidikan Fisika UNS asal Kecamatan Alian. Ia menilai beasiswa tersebut sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga selama menjalani pendidikan.
Dimas menyebut dirinya memperoleh pembebasan UKT 100 persen dengan nilai sekitar Rp5,4 juta per semester, ditambah bantuan biaya hidup sebesar Rp750 ribu per bulan.
“Sebagai mahasiswa baru, saya berharap program ini terus menjadi wadah pengembangan soft skill bagi kami,” katanya.
Manfaat program juga dirasakan Amin Ma’ruf, alumni penerima Beasiswa Tradha Batch 4 asal Desa Kalijaya, Kecamatan Alian, yang kini menempuh pendidikan Teknik Arsitektur di Universitas Diponegoro.
Ia menilai dukungan dana pendidikan dan uang bulanan yang diberikan turut membantunya mengembangkan kemampuan di luar perkuliahan, termasuk mengikuti kursus bahasa.
Beasiswa sebagai Investasi SDM Kebumen
Bupati Kebumen yang hadir dalam kapasitas sebagai owner Tradha Foundation, memberikan pesan kepada para awardee agar tidak memandang beasiswa semata-mata sebagai bantuan finansial.
Ia mengajak para penerima beasiswa menjadikan kesempatan tersebut sebagai amanah untuk tumbuh menjadi generasi yang memiliki kompetensi sekaligus kepedulian sosial.
“Jangan pernah berhenti pada pertanyaan ‘apa yang bisa saya dapat?’, tetapi mulailah bertanya ‘apa manfaat yang bisa saya berikan bagi Kebumen?’,” pesannya.
Ia juga mendorong para penerima beasiswa untuk membangun cita-cita setinggi mungkin, memperkaya ilmu dan pengalaman, namun tetap memiliki kepedulian terhadap daerah asal.
Menurutnya, peningkatan kualitas SDM merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga sosial perlu berkolaborasi agar semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi.
Ia pun mengingatkan bahwa Tradha Foundation telah konsisten menjalankan peran tersebut selama lebih dari dua dekade dengan membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera memperoleh akses pendidikan.
“Kami bangga melihat alumni kami kini sukses berkarier di berbagai bidang, mulai dari industri besar hingga sektor profesional lainnya. Tradha Foundation tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan akhlak dan karakter agar kalian menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama,” tegasnya.
Melalui Beasiswa Tradha, generasi muda Kebumen diharapkan tidak hanya menjadi lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Dengan demikian, investasi pendidikan yang diberikan hari ini diharapkan mampu melahirkan generasi Kebumen yang berdaya, berdampak, dan kelak kembali memberi manfaat bagi daerahnya.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















