KEBUMEN, Kebumen24.com — Kreativitas mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Sektor Publik kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Sejumlah mahasiswa berhasil meraih penghargaan dalam ajang Piksi Extravaganza 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Piksi Ganesha Bandung.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kemampuan mahasiswa tidak hanya diukur dari capaian akademik di ruang kuliah. Kemampuan membaca persoalan, mengemas gagasan, memanfaatkan teknologi, serta menyampaikan pesan melalui karya kreatif juga menjadi kompetensi penting yang semakin dibutuhkan di tengah perkembangan dunia digital.
Capaian tertinggi diraih Septia Rahmawati dan Ukhti Lailla Syafitri yang berhasil menyabet Juara 1 kategori Poster Mental Health melalui karya berjudul “Kesehatan dalam Genggaman”.
Karya tersebut mengangkat pemanfaatan fitur pada smartwatch sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Gagasan itu dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, ketika perangkat pintar tidak lagi sekadar digunakan untuk menunjang komunikasi, tetapi juga dapat membantu pengguna mengenali dan memantau kondisi dirinya.
“Masih nggak nyangka poster Kesehatan dalam Genggaman bisa menyabet Juara 1. Seru banget bisa mengemas fungsi fitur smartwatch menjadi media awareness untuk mental health,” ungkap salah satu peraih juara.
Tak berhenti pada kategori poster, mahasiswa lainnya juga menunjukkan kemampuan dalam produksi konten kreatif.
Windi Wulandari, Talitha Helga Salsabila, dan Maulina Dian Korianita berhasil meraih Juara 3 kategori Video Content Kuliner atau Wisata. Sementara Endy Arizka Rahma meraih Juara Harapan 2 kategori Video Content Story Telling.
Rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan semakin luasnya ruang kompetensi mahasiswa. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori dan materi perkuliahan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, produksi konten, literasi digital, serta keberanian menguji gagasan melalui kompetisi.
Di sisi lain, prestasi tersebut juga menjadi tantangan bagi institusi pendidikan agar tidak berhenti menjadikan penghargaan sebagai ukuran keberhasilan. Karya mahasiswa idealnya tidak hanya menarik bagi juri atau menghasilkan piala, tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Direktur Ari Waluyo, S.ST., M.M., MOS., menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah membawa nama institusi ke tingkat nasional.
“Selamat dan sukses kepada seluruh mahasiswa yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat nasional. Prestasi ini merupakan bukti dari kerja keras, kreativitas, dan semangat untuk terus berkembang. Jadikan pencapaian ini sebagai motivasi untuk terus berkarya dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya, Jumat 21 Agustus 2026.
Khusus karya “Kesehatan dalam Genggaman”, pesan yang dibawa menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental. Teknologi dapat menjadi alat bantu untuk membangun kesadaran, misalnya melalui fitur pemantauan stres maupun breathing exercise pada perangkat pintar.
Namun, teknologi tetaplah alat. Pemanfaatannya tidak boleh menggantikan kesadaran pribadi maupun bantuan profesional ketika seseorang menghadapi persoalan kesehatan mental yang serius.
Pesan yang disampaikan para mahasiswa pun sederhana: “Take care of your mind, literally from your wrist.”
Prestasi di Piksi Extravaganza 2026 akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang membawa pulang penghargaan. Lebih jauh, capaian tersebut menjadi pengingat bahwa mahasiswa memiliki ruang besar untuk mengubah persoalan di sekitarnya menjadi gagasan dan karya.
Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi. Sebab, prestasi seharusnya bukan menjadi garis akhir, melainkan titik awal untuk menghasilkan karya yang lebih relevan, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















