PEJAGOAN, Kebumen24.com,- Kabupaten Kebumen merupakan daerah yang terkenal kaya akan cita rasa kuliner dan tradisi leluhurnya. Tak terkecuali dengan kuliner khas Desa Watulawang Kecamatan pejagoan. Kuliner ini bernama Ayam Ingkung Kluwek dan mulai digemari banyak penikmat kuliner.
Berbeda dengan inkung pada umumnya, makanan ini berwarna hitam seperti semur. Uniknya, warna hitam ini berasal bukan dari kecap melainkan dari biji buah kluwek dan rasanya benar benar bikin ketagihan.
Ingkung Kluwek dapat dijumpai di kedai Pawon Haritage Watulawang. Makanan ini disajikan lengkap dengan Ingkung Kukus Bumbu yang terdiri dari Ayam jago (jantan) ayam jawa kampung, Nasi putih dan oyek. Termasuk Sambal, Lalapan, Oseng, Gorengan dan Buah potong plus Minuman. Harganya sendiri terbilang cukup murah, yaitu dalam satu paket hanya 150 ribu rupiah untuk disantap ukuran lima orang.

Untuk proses memasaknya masih dengan cara tradisional. Yakni menggunakan kayu bakar sehingga menjadikan citarasa klasik yang sulit ditemui di tempat lain.
Perbedaan Ingkung Kluwek dengan Inkung kukus yaitu, Ingkung kluwek dimasak dengan bumbu kluwek (kepayang) sehingga berwarna kehitaman. Sedangkan Ingkung Kukus Bumbu adalah ingkung (ayam utuh) yang dimasak dengan dua kali proses yakni panggang dan kukus.
Selepas menyantap Ingkung kluwek, masyarakat juga bisa menikmati pemandanagan Desa Watulawang dan juga kesenian Cepetan. Untuk pencinta kuliner yang ingin menikmati hidangan ingkung kluwek wajib memesan minimal 1 hari sebelumnya.
Pemilik Kedai Pawon Watulawang Juni Setiyadi mengatakan ingkung kluwek merupakan masakan khas yang hanya ada di Desa Watulawang. Inkung ini biasanya hanya disajikan masyarakat pada acara tradisi bulan Sya’ban. Hingga kini tradisi ini masih terus dilestarikan.
Juni mengaku sudah 2 tahun membuka kedainya dan inkung kluwek sudah banyak diminati pelanggan hingga dari luar daerah. Bahkan GKR Gusti Pambayun dari Kraton Yogyakarta juga pernah singgah di Kedainya untuk menikmati kelezatan dari ingkung kluwek.
” Untuk pelanggannya sendiri ada yang dari jogja, jakarta dan malang bahkan GKI Pambayun juga pernah singgah disini,” Ucapnya. Rabu, 15 September 2021
Sementara itu Kepala Desa Watulawang Wasito menjelaskan ingkung kluwek sendiri merupakan makanan khas warisan leluhur Desa Watulawang. Makanan ini biasanya hanya di sajikan saat acara tradisi, namun sekarang mulai mininati masyarakat luas.
” Untuk ingkung kluwek sendiri merupakan tradisi dari nenek moyang dulu dan sekarang Alhamdulillah sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas,” Jelasnya.
Wasito berharap makanan ini bisa menjadi icon Desa Watulawang sehingga dapat meningkatkan ekonomo masyarakat nantinya. Terlebih inkung kluwek tidak ditemukan di daerah lain.
Kluwek sendiri adalah tumbuhan yang umum ditemukan di daerah perkebunan, hutan, ataupun tepian sungai dan di cuaca yang tropis. Tinggi tumbuhan satu ini dapat mencapai 40 M dan diameter buahnya dapat mencapai lebih dari 20 CM. Seluruh bagian pohon ini memiliki manfaat tersendiri bagi manusia. Kayu dan daunnya dapat digunakan sebagai pembasmi hama dan biji buahnya dapat dijadikan bumbu masakan.
Meski begitu, masyarakat harus berhati-hati dalam mengolah bagian buahnya karena mengandung asam sianida dengan konsentrasi yang tinggi. Pada jaman perang dulu, kluwek digunakan sebagai racun di ujung senjata tombak. Sehingga, untuk mendapatkan biji kluwek yang aman untuk dimakan, kluwek harus direbus dan dipendam selama satu sampai dua minggu. Semakin lama biji kuwek dipendam, warnanya akan semakin hitam.
Ayam Ingkung Kluwek ini mengandung pesan yang dalam. Ayam yang digunakan dalam masakan ini adalah ayam jago kampung. Alasannya adalah karena ayam jago kerap membusungkan dadanya. Perilaku ini dinilai sombong dan angkuh.(K24/IMAM).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















