ALIAN, Kebumen24.com – Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kebijakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sangat berdampak bagi ekonomi masyarakat. Tak terkecuali bagi para pengrajin tahu, di Kebumen. Dimana omzet penjualannya kini menurun drastis hingga sekitar 70 persen di banding biasanya.

Seperti yang di ungkapkan Rusminem, salah seorang pengrajin tahu di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Senin 26 Juli 2021. Menurutnya, sejak dilanda pendemi covid 19, produksi tahu nya jauh menurun dibanding sebelumnya. Terlebih adanya kebijakan PPKM Darurat Level 4 yang hingga kini masih terus diperpanjang hingga 2 Agustus 2021.

Ia mengatakan, sebelum diberlakuknya PPKM Darurat, dalam sehari rata rata bisa memproduksi sekitar 1, 5 hingga 1, 7 Kuintal kedelai kini hanya mampu memproduksi 1 kuintal.

“Sebelum pandemi dan PPKM Darurut kita bisa produksi sekitar 1,7 kintal kedelai perhari, untuk sekarang paling 1 kintal,” ucap perajin tahu yang sudah sejak tahun 1983 itu.

Meski begitu, Rusminem mengaku tetap mendukung upaya pemerintah dalam penanganan covid 19. Ia berharap pandemi segera berakhir dan kegiatan masyarakat kembali normal sehingga ekonomi pulih kembali.

“Semoga pandemi cepat selesai dan usaha kita bisa kembali normal,”imbuhnya.(K24/ILHAM).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.