ALIAN, Kebumen24.com – Banyak cara atau alternatif ditempuh untuk mengembangkan sektor peternakan, tak terkecuali seni, tradisi dan budaya. Seperti yang dilakukan oleh warga Dukuh Larangan, RT. 03/03, Desa Krakal, Kecamatan Alian. Untuk mengembangkan potensi ternak diwilayahnya.
Tradisi rutin yang digelar turun temurun tersebut warga setempat membawa hewan ternaknya ke lokasi dilangsungkannya Pesta Patok. Sesampainya di lokasi acara, warga dipimpin tokoh masyarakat dan tokoh agama menggelar doa dan kepungan atau makan bersama.
Tradisi yang dihelat dengan mengusung tema Pesta Patok Semakin Kompak Semakin Makmur itu diawali dengan pagelaran kesenian tradisional Janeng semalam suntuk. Bahkan, untuk memeriahkan agenda tradisi tersebut, pihak panitia mengadakan game untuk anak-anak, nonton bareng (Nobar) dan sejumlah konten hiburan lainnya, termasuk gebyar hadiah unik yang diperuntukan bagi anak-anak, yakni berebut uang yang dikalungkan pada leher kambing sebagai pamungkas dari seluruh rangkaian acara yang ada.
Divisi kegiatan pesta patok, Wantoro menuturkan, tradisi tersebut digelar sebagai pemicu sekaligus pemacu pengembangan sektor peternakan diwilayah desa setempat. Lebih daripada itu, pesta patok dihelat sebagai wadah silaturahmi antar warga dan menjaga warisan luhur budaya yang ada.
“Dahulu, awal mula kegiatan pesta patok, yakni dikumpulkannya beberapa ternak masyarakat dalam suatu lapangan terbuka. Kegiatan ini berlangsung secara kontinyu dan kemudian dalam waktu pelaksanaanya disisipkan kegiatan yang lainnya, seperti parade ternak , pemeriksaan kesehatan ternak dan ikut juga meramaikan di adakanlah kegiatan lomba-lomba untuk anak-anak, hingga terbentuklah kegiatan Pesta Patok yang seperti terlihat sekarang ini,” cerita Wantoro saat ditemui dirumahnya, Selasa 15 Juni 2021.
Di desa setempat, lanjut Wantoro, dunia peternakan memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dikembangkan dan dieksplorasi dengan baik serta berkelanjutan. Sehingga diharapkan, kegiatan tersebut dapat menggugah minat dan memotivasi semangat ternak warga.
‘’Kita juga bermaksud untuk mendekatkan masyarakat dengan pemerintah daerah dan stake holder yang ada sebagi bentuk upaya meningkatkan hasil budidaya ternak serta berinteraksi langsung dalam lingkup petani maupun peternak. Kita ingin warga berdaya dengan potensi yang ada,’’harapnya.
Dirinya menambahkan, secara detail digelarnya tradisi itu dimaksudkan untuk menumbuhkan minat masyarakat untuk mengembangkan usaha di bidang peternakan, memotivasi dan menstimulasi peternakan dalam menghasilkan bibit dan hasil ternak yang berkualitas serta meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap kegiatan pembibitan dan usaha peternakan.
‘’ Kita mengajak masyarakat untuk lebih semangat lagi dalam menumbuhkembangkan kelembagaan kelompok yang mandiri dan mempunyai nilai tambah bagi lingkungan sekitar,’’pungkasnya.(K24/*)
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















