KEBUMEN, Kebumen24.com – Pondok Pesantren Bilingual An-Nahdliyah 5 Gombong mengawali Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Masa Ta’aruf Santri Baru (MATSABA) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pesantren Ramah Anak, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Seluruh santri baru mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Hadir sebagai narasumber, KH. Fahrudin, M.Pd., Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, yang memberikan penguatan mengenai pentingnya implementasi Pesantren Ramah Anak di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.
Dalam pemaparannya, KH. Fahrudin menegaskan bahwa pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam melindungi hak-hak anak sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlakul karimah.
Ia memperkenalkan motto Pesantren Ramah Anak, yakni “Santri Ceria, Pesantren Bahagia, Tanpa Kekerasan.” Menurutnya, motto tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan sebagai budaya yang diterapkan oleh seluruh warga pesantren, mulai dari pengasuh, ustaz, pengurus hingga para santri.
“Pesantren Ramah Anak diwujudkan melalui Santri Ceria, Pesantren Bahagia, Tanpa Kekerasan. Seluruh warga pesantren harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan melindungi setiap santri agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah,” ujar KH. Fahrudin.
Ia menjelaskan, terdapat lima prinsip utama Pesantren Ramah Anak yang harus diterapkan di lingkungan pesantren, yaitu menciptakan suasana yang aman dan nyaman tanpa kekerasan, diskriminasi maupun perundungan (bullying), menjaga kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan, memenuhi hak-hak anak untuk belajar, bermain dan memperoleh perlindungan, memberikan ruang partisipasi kepada santri untuk menyampaikan pendapat, serta menghadirkan pola pengasuhan yang baik dan penuh kasih sayang.
Selain prinsip-prinsip tersebut, KH. Fahrudin juga memaparkan empat indikator keberhasilan implementasi Pesantren Ramah Anak. Keempat indikator itu meliputi penguatan sistem kepengasuhan dan kemusyrifan, kurikulum serta proses pembelajaran yang berpihak kepada anak, penyediaan sarana dan prasarana yang layak, serta pelayanan umum yang mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.
Lebih lanjut, ia berharap penerapan Pesantren Ramah Anak mampu membentuk lima karakter utama santri, yaitu mahabbah (cinta dan kasih sayang), mujahadah (rajin, ulet, dan bekerja keras), amanah (jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya), ta’awun (tolong-menolong dan saling peduli), serta tawadhu’ (rendah hati). Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi santri dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pesantren maupun ketika berinteraksi di tengah masyarakat.
Tidak hanya berisi materi mengenai Pesantren Ramah Anak, rangkaian MATSABA juga diisi dengan pengenalan budaya pesantren, tata tertib, program unggulan pondok, motivasi belajar, hingga sosialisasi pencegahan bullying, kekerasan, dan pelecehan. Seluruh materi dirancang untuk membantu santri baru beradaptasi dengan kehidupan di pesantren sekaligus menumbuhkan rasa aman dan nyaman sejak hari pertama.
Melalui sinergi bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Pondok Pesantren Bilingual An-Nahdliyah 5 Gombong berkomitmen mengimplementasikan program Pesantren Ramah Anak secara berkelanjutan. Komitmen tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang unggul dalam ilmu agama, menguasai perkembangan teknologi, berkarakter mulia, saling menghargai, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.(K24/*).
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















