KEBUMEN, Kebumen24.com- Tim pemenangan Paslon Tunggal Arif Rista menyampaikan beberapa strategi kampanye pilkada ditengah pandemi covid 19. Selain itu tim sembilan partai politik itu menargetkan 75 persen suara akan diraih oleh paslon di pilkada kebumen yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 mendatang.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua DPC PDI -P Kebumen Syaiful Hadi, usai menggelar rapat konsolidasi sembilan partai pengusung yang juga dihadiri pasangan Arif-Rista di posko pemenangan, Griya Sesarengan, Kebumen, Jumat malam, 2 Oktober 2020.
Syaiful Hadi yang sekaligus Ketua Tim Pemenangan Arif Rista itu menjelaskan dua hal khusus yang akan dilakukan agar target itu bisa tercapai. Yang pertama yaitu konsoslidasi partai, dimana partai harus kompak dan solid. Kedua adalah konsolidasi pemilih agar masyarakat yang memiliki hak pilih berkenan hadir ke TPS dan berkenan menggunakan hak pilihnya.
‘’ Dua stretegi ini yang akan kami lakukan agar target itu tercapai,’’ujarnya.
Terkait strategi kampanye ditengah pandemi, Syaiful menyebutkan beberapa langkah, diantaranya akan berbagi tugas konsolidir partai dengan cara membentuk korcam, kordes hingga pembentukan saksi, yang tentunya tetap mengedepankan protokol kesehatan covid 19.
“Dalam situasi pandemi ini kita akan tetap koordinasi dengan semua partai hingga tingkat setiap desa, untuk melakukan pembekalan kepada para calon saksi dengan maskimal 50 peserta. Namun, kita akan tetap mamatuhi protokol kesehatan,’’imbuhnya.
Selain itu, pihaknya juga akan memaksimalkan kampanye daring atau online, sesuai aturan kampanye di tengah pandemi covid 19. Dimana peserta hanya boleh dihadiri maksimal 50 orang. Untuk itu pihaknya akan memaksimalkan kampanye daring.
‘’ Kita akan menggunakan metode kampanye melalui media online, seperti instagram, facebook dan daring. Tentunya disitu akan kita sampaikan visi dan misi paslon,’’katanya.
Lebih jauh Syaiful menyebutkan bahwa respons masyarakat terhadap pasangan Arif-Rista begitu kuat. Untuk itu pihaknya tidak khawatir dengan hasil survei dari Indikator Politik pada bulan Juli 2020 lalu, dimana 62% masyarakat Indonesia setuju dengan penundaan Pilkada. Dengan begitu, survei ini bisa memberikan kesimpulan bahwa Pilkada 2020 angka golput samakin naik karena orang malas pergi ke TPS.
“Soal survei 50 persen atau 60 persen masyarakat tidak setuju Pilkada itu masih asumsi. Belum tentu benar, dan surveinya baru beberapa pihak. Tetapi yang menjadi dasar bernegara kita adalah Undang undang,” tuturnya.
Ia menyatakan, bahwa dalam rapat Komisi II DPR RI bersama Kemendagri, Kapolri, KPU, DKPP dan Bawaslu sudah disepakati bahwa Pilkada 2020 tetap jalan, dengan catatan wajib mematuhi protokol kesehatan. Adapun untuk mengantisipasi masyarakat tidak menggunakan hak suaranya atau golput karena takut ke TPS, KPU sendiri telah mengeluarkan aturan khusus.
“Dalam PKPU No 13 Tahun 2020 sudah diatur bahwa pemilihan akan dilakukan secara bertahap. Dalam satu TPS misalnya, pemilihnya 350 jam sekian ke jam sekian diundang berapa orang. Jadi ada pembatasan sehingga tidak terjadi penumpukan massa,” jelasnya.
Selain itu aturan tentang penggunaan masker, penerapan jaga jarak, tidak memasukan tangan ke tinta, dan juga penyediakan cuci tangan atau hansanitizer. Dengan diberikan pengertian seperti itu, Syaiful yakin masyarakat tidak akan takut untuk pergi ke TPS menggunakan hak suaranya.
Kepada masyarakat Syaiful Hadi meminta agar tidak perlu khawatir. Hal itu dikarnakan Arif-Rista sangat komit dengan protokol kesehatan dan lebih mementingkan keselamatan masyarakat. Karenanya, agenda kampanye seperti konser, kesenian, bazar, atau pasar murah semua sudah ditiadakan.
“Kami tim pemenangan Arif-Rista sadar bahwa aturan PKPU terbaru terkait protokol kampanye harus ditaati karena jika melanggar bukan hanya diberikan sanksi Pemilu tapi juga sanksi pidana. Bagi kami keselamatan warga itu yang utama,” tandasnya.(K24/IMAM).
TONTON VODEONYA :
Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















