PERISTIWA

Bermain di Embung, Dua Bocah SD di Kecamatan Ayah Ditemukan Tewas Tenggelam

4699
×

Bermain di Embung, Dua Bocah SD di Kecamatan Ayah Ditemukan Tewas Tenggelam

Sebarkan artikel ini
FOTO KEDUA KORBAN (ISTIMEWA)

AYAH, Kebumen24.com – Peristriwa nahas dialami dua bocah siswa Sekolah Dasar di Desa Srati Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Keduanya ditemukan tewas tenggelam di dalam Embung (Kolam Buatan) berukuran 80 m x 60 m yang terletak di Desa setempat.

 

Kedua korban bernama M. Ago Alamsyah (7) Pelajar Kelas 1 SD, dan Taufan Fadhil Azmi (8) Siswa Kelas 2 SD, warga Rt. 004, Rw. 003 Desa Srati. Keduanya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pada Kamis, 4 Juni 2020, sekira Pkl 17.15 wib oleh warga.

 

Berdasarkan infromasi yang himpun peristiwa itu berawal pada kamis siang sekira pukul 10.00 wib. Saat itu kedua korban berpamitan kepada Sunarti (36 tahun Ibu korban Taufan) untuk bermain.  Sekira pukul 15.00 wib, keduanya tak kunjung pulang kemudian Sunarti mencari kedua korban tersebut. Karena tidak ditemukan, Sunarti selanjutnya memberitahukan kepada ketua Rt setempat yang kemudian bersama beberapa warga ikut mencari.

 

Setibanya di Embung  sekira pukul 17.15 wib salah seorang warga melihat ada telapak kaki kecil di tepian embung. Setelah di selami kedalam embung korban berhasil ditemukan dan diangkat, namun keduanya telah meinggal Dunia.

 

‘’ Korban sewaktu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. selanjut korban di bawa kerumah duka,’’Ungkap Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan melalui Kasubag Humas IPTU Tugiman saat di Konfirmasi.

 

FOTO PETUGAS POLISI SEDANG OLAH TKP

Dijelaskan Iptu Tugiman, bahwa dari hasil oleh TKP yang dilakukan petugas, diduga korban karna tercebur saat bermain ditepian embung. Hal itu dikarenakan tepian embung terbuat dari bahan sejenis karet yang licin sewaktu diinjak. Adapun kedalaman air embung sekitar 3 m, terdapat pagar besi di sekeliling embung setingi 1,5 m, pada bagian barat terdapat rambu larangan untuk tidak masuk ke area embung.

 

‘’ Dari hasil pemeriksaan medis terhadap kedua korban, paru paru kemasukan air, sehingga tidak bisa bernafas dan tidak ditemukan luka. Jadi kuat dugaan kedua korban terpeleset yang kemudian terscebur ke dalam embung. Karna air juga cukup dalam dan mereka tidak bisa berenang kemduian tenggelam,’’imbuh Iptu Tugiman. (k24/thr)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.