Ekonomi

Kampung Garam Kebumen Masuk Nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik KemenPAN-RB

2164
×

Kampung Garam Kebumen Masuk Nominasi Top 99 Inovasi Pelayanan Publik KemenPAN-RB

Sebarkan artikel ini
FOTO BUPATI KEBUMEN SAAT MENINAJU KAMPUNG GARAM

KEBUMEN, Kebumen24.com- Pemkab Kebumen berhasil meraih nominasi Top 99 dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2020 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPan-RB). Melalui surat pengumuman nomor B/153/PP.00.05/2020 pertanggal 18 Juni 2020, Pemkab Kebumen berada di urutan 67 melalui judul inovasi pelayanan publik ‘Kampung Garam Kebumen’.

 

Dalam kompetisi yang menyeleksi 2.250 proposal baik dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten, hingga Kota ini, hanya 41 Pemerintah Kabupaten yang berhasil masuk dalam nominasi Top 99 KIPP. Salah satunya Kebumen berdasar kompetisi kategori kelompok umum.

 

Bupati Kebumen H Yazid Mahfudz menyampaikan, prestasi ini merupakan pemantik semangat agar kedepan Kebumen mampu berdaya saing dengan daerah lain.

 

“Kalau kita lambat dan tidak berinovasi akan ketinggalan terus dengan Kabupaten lain. Alhamdulillah Kampung Garam kita masuk top 99. Semoga inovasi bisa terus kita kembangkan,” terang dia, Jumat, 19 Juni 2020.

 

Berangkat dari Kampung Garam yang berada di sepanjang pesisir selatan Kebumen. Ia berkeinginan, dapat melakukan swasembada kebutuhan garam masyarakat Kebumen mengingat perkembangan usaha garam dinilai cukup potensial.

 

“Kebutuhan garam per orang per tahun 4 kg, sedangkan penduduk Kebumen 1,3 juta orang. Berapa kebutuhan garamnya? Ribuan ton per tahun, dari mana selama ini? Potensi air laut kita sangat luar biasa, kenapa tidak kita manfaatkan,” jelasnya.

 

FOTOB BERSAMA KAMPUNG GARAM

Lebih dari itu, tidak hanya pemenuhan kebutuhan garam untuk konsumsi maupun industri di Kebumen, Kampung Garam juga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan garam hingga luar daerah.

 

“Belum kebutuhan untuk kesehatan, ternak dan lainnya. Garam Kebumen ini sudah memiliki label SNI dan dapat izin edar dari BPOM. Impian saya garam Kebumen dapat memenuhi garam di Pulau Jawa,” ucapnya.

 

Seperti diketahui, secara teritorial Kabupaten Kebumen memiliki kawasan pantai selatan sepanjang 57 kilometer. Sementara sejauh ini terdapat 12 kampung pengolah garam dengan target produksi maksimal mencapai 200 ton setiap bulan. Dilain sisi, kandungan garam Kebumen telah memenuhi syarat konsumsi dengan hasil laboratorium kandungan natrium clorida (NaCL) mencapai 95,75.

 

Sebelumnya, telah diresmikan unit pengelola usaha garam bersamaan dengan kampanye gemar makan ikan di Pantai Desa Mirit Petikusan, Kecamatan Mirit  pada September 2019. Dibawah binaan dari tiga kementerian, yakni Menko Kemaritiman, Menko Perekonomian serta Menteri Kelautan dan Perikanan. Sejumlah petambak garam juga sempat menjalani pelatihan untuk meningkatkan produksi garam.

 

Sebagai wujud perhatian terhadap petambak garam, Pemkab Kebumen telah memberikan bantuan senilai Rp 140 juta berupa pembuatan demplot sistem tunnel. Selain itu, bantuan juga diterima dari APBD Provinsi Jateng senilai Rp 200 juta. (K24/Hfd)


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

@Kebumen24.com