KesehatanPemerintahan

Pemkab Kebumen Uji Coba Alat Rapid Test Corona, Begini Caranya

818
×

Pemkab Kebumen Uji Coba Alat Rapid Test Corona, Begini Caranya

Sebarkan artikel ini

KEBUMEN, Kebumen24.com- Pemkab Kebumen baru saja mendapatkan bantuan berupa alat Rapid Test sebanyak 505 buah dari Porvinsi Jawa Tengah. Meski begitu, pemkab Kebumen tidak gegabah sebelum digunakan untuk mendeteksi terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang terindikasikan memiliki gejala mengarah pada Covid-19.
Untuk itu, melalui Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Covid-19 Kebumen melakukan uji coba Rapid Test sekaligus pelatihan kepada para petugas medis. Hal itu dilakukan agar para tenaga medis benar benar paham tentang cara penggunaan yang sebenarnya. Terlebih di Kabupaten Kebumen, Jumlah ODP dan PDP meningkat cukup drastis.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Posko Gugus Tugas Covid 19 Dinas Kesehatan Kebumen, Rabu, 1 april 2020 itu, menghadirkan narasumber Spesialis Patologi Klinim RSDS Kebumen Dr Ester, Sp.PK, dan diikuti oleh seluruh Tim Analis Kesehatan baik dari Rumah Sakit maupun Puskesmas yang ada di kabupaten kebumen.
Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinkes Kebumen Dwi Budi Satrio yang sekaligus berkesempatan menjadi peserta pertama untuk Uji coba alat tersebut.
Dijelaskan Dr Ester, bahwa penggunaan alat ini sebenarnya cukup mudah, hanya cukup dengan setetes darah pasien, maka hasilnya dapat diketahui secara langsung dalam waktu sekitar 15 menit. Apabila seseorang terindikasi positif maka akan menunjukkan 2 garis di huruf C dan T. dan jika negative, maka di alat tersebut hanya menunjukkan garis di huruf C sedangkan pabila infalid atau dikarnakan alat tersebut rusak, maka tidak akanmenunjukkan garis di kedua huruf atau hanya di huruf T saja.

“ Penggunaan alat ini cukup mudah cukup meneteskan daran pasien PDP  maka akan langsung diketahui 15 menit kemudian, dengan tanda 2 garis di C dan T namun apabila negative hanya menunjukkan di garis C saja, berbeeda lagi jika rusak,’’paparnya.

Adapun tingkat akurasi dalam penggunaan alat ini, yaitu sekitar 80 hingga 90 persen. Hal itu dikarnakan Rapid test sifatnya hanya metode screening awal untuk mendeteksi antibodi, dan untuk kepastianya, setiap PDP harus dikonfirmasi fisikal dengan test swab dari laboratorium.

 “Jadi, rapid test hanyalah sebagai pemeriksaan screening atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau Covid-19. Jadi tetap harus dilakukan pemeriksaan swab di laboratorium. Meski begitu Kita berharap dengan uji coba ini, bisa mempercepat proses percepatan penanggulangan covid-19 di Kebumen,”imbuhnya.

Sementara itu Kadinkes Kebumen Dwi Budi Satrio menyampaiakan rapid test saat ini tersedia saat ini hanya diperuntukan bagi pasien yang sudah berstatus PDP dan juga para tenaga medis yang berhubungan langsung dengan para pasien. Pihaknya berharap alat ini bisa digunakan sebaik baiknya untuk penanggulangan Virus Corona yang saat ini tengah menyebar diberbagai daerah.

“ Kita berharap alat ini bisa digunakan sebaik mungkin, tgerutama untuk para pasien PDP dan tenaga medis yang bersentuhan langsung dengan pasien,” Ucap Budi.(K24/IMAM/THR


Eksplorasi konten lain dari Kebumen24.com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.